Thursday, 27/7/2017 | : : UTC+7
BPBD Kabupaten Blitar – Wlingi

Aplikasi Ilmu Pengetahuan Sebagai Kunci Dalam Penurunan Risiko Bencana

Aplikasi Ilmu Pengetahuan Sebagai Kunci Dalam Penurunan Risiko Bencana

By Jonathan Fowler

Jenewa, 30 Desember 2015 – Ratusan ahli IPTEK dari penjuru dunia akan berkumpul bulan depan (red: Januari) untuk memanfaatkan keahlian mereka dalam membantu mengurangi risiko bencana. Konferensi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi UNISDR (UNISDR Science and Technology Conference) pada 27-29 Januari di Jenewa akan mengundi sekitar 800 delegasi dari berbagai disiplin, mencakup ilmu-ilmu alam dan sosial, pengobatan dan teknik, dan beberapa ilmu terapan lainnya, bersama dengan pembuat kebijakan serta praktisi penurunan risiko bencana. Bersama-sama, mereka berusaha menentukan langkah implementasi Sendai Framework untuk penurunan risiko bencana.

Partisipan akan mempresentasikan, baik hi-tech maupun lo-tech, semisal EWS gempa yang bisa menghentikan lalu lintas kereta api dalam hitungan detik, teknologi konstruksi yang tahan dampak bencana, sistem pencegah banjir berbasis masyarakat, dan perlindungan ekosistem.

“Sektor ilmu pengetahuan dan teknologi adalah komponen utama dari implementasi Sendai Framework,“ kata Margareta Wahlström, Wakil Khusus Sekjen PBB untuk Penurunan risiko Bencana.

“Kita perlu memastikan bahwa penentuan kebijakan itu didasarkan pada ilmu pengetahuan dan bukti yang tersedia, dan bahwa ada komitmen usaha terpadu untuk membangun kapasitas ilmu pengetahuan dan untuk negara-negara yang membutuhkan dukungan seperti itu,” tambahnya. Diadopsi oleh komunitas internasional pada Maret 2015, Sendai Framework berusaha mencari cara untuk mengurangi secara substansial jumlah korban yang terbunuh atau yang terkena dampak bencana, maupun kerugian finansial pada 2030. Mereka juga menentukan target sementara ketika 2020 negara-negara di dunia diharapkan sudah menerapkan strategi penurunan risiko bencana.

Pengetahuan menempati hal penting dalam proses. Sendai Framework menyerukan agar hasil karya sains dan teknik dalam penurunan risiko bencana termobilisasi melalui jaringan yang ada serta institusi riset mencakup berbagai tahapan dan wilayah. Sendai Framework juga berusaha mencari bukti yang kuat untuk mendukung implementasi, dengan dorongan dan penyebaran riset ke dalam pola risiko bencana, sebab-akibat, dan aplikasinya dalam penentuan kebijakan.

Mengetahui pentingnya riset IPTEK untuk penurunan risiko bencana, UNISDR mencanangkan badan penasehat khusus pada 2001. Perwujudannya saat ini adalah Scientific and Technical Advisory Group (STAG), yakni sebuah kelompok yang beranggotakan 12 panel ahli dari berbagai belahan dunia. Tugas kelompok ahli ini adalah untuk menyediakan petunjuk teknis dan dukungan terhadap aktivitas, baik pembentukan maupun implementasi, yang dilakukan oleh komunitas penurunan risiko bencana, dan kinerja dari STAG mencakup berbagai aspek IPTEK dengan penekanan khusus dalam kebutuhan pengembangan di berbagai negara.

“Sendai Framework mengubah jalan permainan. Hal ini menunjukkan bahwa peran penting IPTEK telah tumbuh dengan pesat, tidak hanya dalam perpaduan, analisis maupun arahan secara keilmuan, tetapi juga dalam peninjauan dan pemantauan tentang bagaimana cara kita melaksanakan (red: penurunan risiko bencana),” kata Prof. Virginia Murray, pimpinan komite konferensi, Wakil Pimpinan STAG dan Konsultan Penurunan Risiko Bencana untuk Kesehatan Masyarakat Inggris.

“Penurunan risiko bencana melibatkan semua ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan ini bukanlah ilmu secara teori. Ilmu pengetahuan yang dimaksud adalah ilmu terapan yang dibutuhkan oleh masyarakat,” tambahnya.

Kesuksesan STAG dalam membantu untuk mewujudkan Sendai Framework, mendapatkan apresiasi sehingga keberadaan STAG pada konferensi Januari nanti berubah nama menjadi UNISDR Science and Technology Partnership.

“Sejumlah besar orang dalam ranah ilmu pengetahuan telah dikirimkan, pada semua tingkatan, pada berbagai macam disiplin ilmu. Tugas kami dalam mendukung implementasi Sendai Framework, kami harus memastikan untuk menggunakan dasar bukti; kami galakkan riset ilmu pengetahuan pada pola risiko bencana, sebab dan akibat; kami sebarkan informasi risiko; menggunakan sebaik-baiknya informasi geospatial; dan menyediakan petunjuk mengenai metode dan standar untuk penilaian risiko, pemodelan risiko bencana, dan penggunaan data,” kata Prof. Murray.

“Kami memiliki tugas nyata untuk melihat di mana letak kesenjangan pada wilayah riset dan selanjutnya menentukan prioritas. Tetapi, salah satu tugas utama kami adalah untuk memastikan bahwa kami bisa membagi informasi ini dengan orang-orang yang membutuhkan, yakni pembuat kebijakan pada tingkat lokal, nasional, regional dan bahkan pada tingkat global. Pekerjaan kami adalah membagi apa yang kami tahu agar bermanfaat dan dapat digunakan, membuatnya dapat diakses, membuatnya transparan, membuatnya efektif, membuatnya menjadi yang terbaik semampu kami (red: riset).

(Terjemahan dan saduran)

Sumber : unisdr.org

Bagikan ke Akun Jaringan Sosial :

FacebookTwitterGoogleTumblrPinterest


About

Redaksi bertugas sebagai penyunting dan penerbit sekaligus editor untuk isi dari semua website yang ada dihalaman website BPBD Kabupaten Blitar, sekaligus bertanggungjawab atas keterangan semua isi berita yang telah diterbitkan. Mengatur penjadwalan penerbitan berita dan mendesain isi berita agar menarik dan komunikatif. Bagi siapapun yang ingin berpartisipasi untuk mengirimkan informasi maupun berita agar diterbitkan di halaman website BPBD Kab Blitar ini bisa langsung mengirimkan email ke redaksi@bpbdkabblitar.info untuk lebih lanjutnya akan ditinjau ulang dan diterbitkan.

Kabupaten Blitar memiliki, luas wilayah ±1.588,79 Km², 22 Kecamatan, 248 Desa/Kelurahan serta jumlah penduduk 1.116.639 . Secara Geografis terletak pada 112°19'32"E Bujur Timur dan 8°4'43"S Lintang Selatan.

Ikuti Kami

  • 100 ribu orang terdampak banjir di NTB, sebagian ditampung di lantai dua masjid-masjid https://t.co/sMK8gSSDLh https://t.co/oXPZG38J7G - https://t.co/sMK8gSSDLh 1 month ago

  • Beberapa Bencana Alam Yang Terjadi pada Akhir Tahun 2016 https://t.co/hQ7z8DQ1Em https://t.co/z2v7pdLuIg - https://t.co/hQ7z8DQ1Em 1 month ago

  • Sering gempa, warga Aceh ‘harus siap hidup bersama bencana’ https://t.co/XYdGn2wZPM https://t.co/6EsvknuIVt - https://t.co/XYdGn2wZPM 1 month ago

Galeri Kami

    Kontak Kami

    Kontak

    Email: admin@bpbdkabblitar.info

    Phone: 0342- 692819

    Fax: 0342- 692819

    Address: Jl. Bromo No.3 Wlingi - Blitar