Thursday, 27/7/2017 | : : UTC+7
BPBD Kabupaten Blitar – Wlingi

Badai Menghantam, Pendakian Semeru Ditutup

Badai Menghantam, Pendakian Semeru Ditutup

Malang, 4 Januari 2016 – Cuaca ekstrim terjadi lagi di Gunung Semeru. Pihak pengelola BTS (Bromo-Tengger-Semeru) menutup pendakian sampai waktu yang tidak ditentukan. Terlihat badai kembali menghantam gunung yang dalam lima tahun terakhir menjadi tren tujuan wisata pendakian ini. Peningkatan tren pendakian paling drastis yang terdata adalah pada tahun 2013. Ketika itu pendaki yang terdata mencapai angka 2000 orang. Pada akhirnya, sampai saat ini pihak pengelola memutuskan untuk membatasi kuota pada angka 500 orang per hari.

Pendakian Semeru dibuka pada 1 Desember setelah kebakaran hutan pada bulan Oktober 2015 silam. Hal ini dilakukan untuk menyambut perayaan tahun baru. Jumlah pendaki di lintasan membludak hingga lebih dari 600 orang per hari, melebihi kuota 500 orang per hari. Pihak pengelola BTS menyiasati dengan membuat daftar antrian agar keadaan di Ranukumbolo dan puncak Semeru tidak terlalu padat. Kepadatan jumlah pendaki sering menimbulkan hal yang diluar kendali, seperti perusakan atau penimbunan sampah, juga untuk kenyamanan bagi pendaki sendiri.

Cuaca ekstrim pada akhir-akhir ini serta perlunya pemulihan ekosistem di jalur pendakian menjadi alasan utama bagi pengelola untuk menutup pendakian. Hingga saat ini telah dilakukan kegiatan bersih-bersih oleh pihak pengelola beserta tim relawan. Himbauan ini serta merta harus ditanggapi dengan bijaksana bagi semua kalangan yang peduli dengan alam. Sebagai salah satu cagar alam, Semeru perlu dirawat dan tidak diperlakukan dengan semena-mena. Sudah banyak kejadian yang tidak dinginkan karena kecerobohan dari pendaki pemula yang hanya ikut-ikutan tren atau hanya sekedar agar dapat mengunggah foto pendakiannya ke sosial media.

Yang perlu diingat ketika kita berinteraksi dengan cagar alam adalah tiga hal, yakni jangan mengambil apapun selain gambar atau foto, jangan meninggalkan apapun selain jejak, dan jangan membunuh apapun selain waktu. Ketiga prinsip pendakian ini setidaknya harus dipegang agar keadaan di cagar alam tetap pada posisi yang seimbang. Manusia juga yang akan menuai hasil dari interaksi dengan alam yang saling menguntungkan.

Sumber: bromotenggersemeru.org

Bagikan ke Akun Jaringan Sosial :

FacebookTwitterGoogleTumblrPinterest


About

Redaksi bertugas sebagai penyunting dan penerbit sekaligus editor untuk isi dari semua website yang ada dihalaman website BPBD Kabupaten Blitar, sekaligus bertanggungjawab atas keterangan semua isi berita yang telah diterbitkan. Mengatur penjadwalan penerbitan berita dan mendesain isi berita agar menarik dan komunikatif. Bagi siapapun yang ingin berpartisipasi untuk mengirimkan informasi maupun berita agar diterbitkan di halaman website BPBD Kab Blitar ini bisa langsung mengirimkan email ke redaksi@bpbdkabblitar.info untuk lebih lanjutnya akan ditinjau ulang dan diterbitkan.

Kabupaten Blitar memiliki, luas wilayah ±1.588,79 Km², 22 Kecamatan, 248 Desa/Kelurahan serta jumlah penduduk 1.116.639 . Secara Geografis terletak pada 112°19'32"E Bujur Timur dan 8°4'43"S Lintang Selatan.

Ikuti Kami

  • 100 ribu orang terdampak banjir di NTB, sebagian ditampung di lantai dua masjid-masjid https://t.co/sMK8gSSDLh https://t.co/oXPZG38J7G - https://t.co/sMK8gSSDLh 1 month ago

  • Beberapa Bencana Alam Yang Terjadi pada Akhir Tahun 2016 https://t.co/hQ7z8DQ1Em https://t.co/z2v7pdLuIg - https://t.co/hQ7z8DQ1Em 1 month ago

  • Sering gempa, warga Aceh ‘harus siap hidup bersama bencana’ https://t.co/XYdGn2wZPM https://t.co/6EsvknuIVt - https://t.co/XYdGn2wZPM 1 month ago

Galeri Kami

    Kontak Kami

    Kontak

    Email: admin@bpbdkabblitar.info

    Phone: 0342- 692819

    Fax: 0342- 692819

    Address: Jl. Bromo No.3 Wlingi - Blitar