Thursday, 27/7/2017 | : : UTC+7
BPBD Kabupaten Blitar – Wlingi

Persatuan Mikrosatelit Asia, Memantau Bencana Dari Luar Angkasa

Persatuan Mikrosatelit Asia, Memantau Bencana Dari Luar Angkasa

13 Januari 2016 – Indonesia sudah memiliki dua mikrosatelit yang mengorbit di luar angkasa. Mikrosatelit yang pertama adalah Lapan-Tubsat yang diluncurkan pada 10 Januari 2007 dan yang kedua adalag Lapan A2 yang diluncurkan pada 28 September 2015 silam. Lapan-Tubsat adalah mikrosatelit yang dikembangkan bersama oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) dan Universitas Teknik Berlin. Sedangkan Lapan A2 dibuat sepenuhnya di Indonesia, tetapi masih menggunakan konsultan dari Jerman. Kedua satelit itu memiliki kemampuan untuk menangkap citra bumi dan mengirimkannya ke server.

Sebagai satelit pengamatan, Lapan-Tubsat melakukan pantauan langsung terhadap kebakaran, lonsor, dan gunung meletus, tetapi sulit untuk memantau banjir karena banjir biasanya juga diikuti oleh awan tebal. Sedangkan Lapan A2 dilengkapi dengan APRS (Automatic Packet Reporting System) sebagai alat penunjang komunikasi. APRS terhubung dengan 700ribu pengguna radio amatir. Hal ini diharapkan mampu menjadi sarana komunikasi ketika terjadi bencana.

Sementara itu, pada 2016 ini Filipina dikabarkan akan meluncurkan mikro satelit dengan tujuan yang sama, yakni untuk kepentingan penanggulangan bencana. Dengan bantuan Universitas Hokkaido dan Universitas Tohoku, Filipina mengembangkan mikrosatelit yang diberi nama Diwata. Diwata sendiri merupakan thesis dari tim ilmuwan Filipina yang sedang menempuh pendidikan di Jepang.

Bergabungnya Filipina dalam pemantauan luar angkasa telah membuka peluang baru bagi kerjasama dalam hal penanggulangan bencana. Universitas Hokkaido dan Universitas Tohoku berencana untuk membangun jaringan mikrosatelit di Asia. Beberapa negara yang terlibat di antaranya adalah Vietnam, Filipina, Myanmar, Bangladesh, Malaysia, Mongolia, Thailand, dan Indonesia. Negara-negara tersebut bergabung pada wadah yang bernama Asian Microsattelite Consortium (AMC).

Kerjasama dengan negara lain akan mempercepat penanganan pascabencana. Selain itu, dengan adanya jaringan mikrosatelit semacam ini memudahkan pemantauan dan peninjauan secara global. Meskipun pembiayaan dibilang sangat besar, tapi hasil yang dicapai juga tidak mengecewakan. Adanya metode untuk mengurangi risiko bencana sendiri adalah salah satu cara untuk mewujudkan kemakmuran banyak orang.

 

Sumber: Rappler

Bagikan ke Akun Jaringan Sosial :

FacebookTwitterGoogleTumblrPinterest


About

Redaksi bertugas sebagai penyunting dan penerbit sekaligus editor untuk isi dari semua website yang ada dihalaman website BPBD Kabupaten Blitar, sekaligus bertanggungjawab atas keterangan semua isi berita yang telah diterbitkan. Mengatur penjadwalan penerbitan berita dan mendesain isi berita agar menarik dan komunikatif. Bagi siapapun yang ingin berpartisipasi untuk mengirimkan informasi maupun berita agar diterbitkan di halaman website BPBD Kab Blitar ini bisa langsung mengirimkan email ke redaksi@bpbdkabblitar.info untuk lebih lanjutnya akan ditinjau ulang dan diterbitkan.

Kabupaten Blitar memiliki, luas wilayah ±1.588,79 Km², 22 Kecamatan, 248 Desa/Kelurahan serta jumlah penduduk 1.116.639 . Secara Geografis terletak pada 112°19'32"E Bujur Timur dan 8°4'43"S Lintang Selatan.

Ikuti Kami

  • 100 ribu orang terdampak banjir di NTB, sebagian ditampung di lantai dua masjid-masjid https://t.co/sMK8gSSDLh https://t.co/oXPZG38J7G - https://t.co/sMK8gSSDLh 1 month ago

  • Beberapa Bencana Alam Yang Terjadi pada Akhir Tahun 2016 https://t.co/hQ7z8DQ1Em https://t.co/z2v7pdLuIg - https://t.co/hQ7z8DQ1Em 1 month ago

  • Sering gempa, warga Aceh ‘harus siap hidup bersama bencana’ https://t.co/XYdGn2wZPM https://t.co/6EsvknuIVt - https://t.co/XYdGn2wZPM 1 month ago

Galeri Kami

    Kontak Kami

    Kontak

    Email: admin@bpbdkabblitar.info

    Phone: 0342- 692819

    Fax: 0342- 692819

    Address: Jl. Bromo No.3 Wlingi - Blitar