Thursday, 27/7/2017 | : : UTC+7
BPBD Kabupaten Blitar – Wlingi

Status, Indonesia Referensi Penanggulangan Bencana Untuk Negara – Negara Berkembang

Status, Indonesia Referensi Penanggulangan Bencana Untuk Negara – Negara Berkembang

Indonesia merupakan negara berkembang dengan letak geografis yang rawan akan bencana alam, mengingat dalam sejarah bencana – bencana besar seperti gunung meletus, gempa bumi, tanah longsor, tsunami maupun banjir pernah terjadi di negara Indonesia. Terdiri dari 17.504 pulau Indonesia memiliki kekhasan dan kerjasama antar masyarakatnya untuk penanggulangan bencana yang ada di Indonesia. Saat ini Indonesia dijadikan sebuah referensi/rujukan untuk negara – negara berkembang dalam hal penaggulangan bencana.

Dikutip dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dijelaskan bahwa, Indonesia saat ini dijadikan rujukan (role model) untuk negara-negara berkembang dalam penanggulangan bencana. Keberhasilan Indonesia melakukan penanggulangan bencana telah menginspirasi negara-negara berkembang untuk menjadikan contoh dalam penangana bencana di negaranya. Hal ini dikemukakan langsung oleh James Fleming, Direktur Divisi untuk Asia, Amerika Latin dan Eropa USAID’s Office of US Foreign Disaster Assistance (USAID/OFDA) kepada Kepala BNPB, Willem Rampangilei dan delegasi Indonesia, di Kantor Pusat USAID Washington DC, pada Rabu (30/3/2016).

James Fleming mengatakan, “Sejak tsunami Aceh tahun 2004, Indonesia mengalami kemajuan yang luar biasa dalam penanggulangan bencana. Penanganan bencana dapat dilakukan dengan baik, seperti tsunami Aceh 2004, gempa Yogyakarta 2006, gempa Sumatera Barat 2009, erupsi Gunung Merapi 2010, erupsi Gunung Kelud 2014, dan lainnya. Pemerintah Amerika Serikat melalui USAID/FODA terus berkomitmen membantu Indonesia dalam penanggulangan bencana. Sebab Pemerintah Indonesia sangat serius menanganinya. Sejak tahun 2013-2015, total bantuan USAID/OFDA ke Indonesia, baik untuk pengurangan risiko bencana dan bantuan darurat bencana mencapai lebih dari US$ 25,4 juta.”

“Saya mendapat laporan, bahwa program kerjasama antara USA da Indonesia telah terimplementasi dengan baik. Sistem Komando Darurat (Incident Command System, ICS) yang kita latihkan ternyata sudah diimplementasikan oleh BNPB dan BPBD di daerah sehingga penanganan bencana bencana menjadi lebih mudah. Sistem ICS ini juga digunakan Amerika dalam penanganan bencana yang banyak terjadi. Pengembangan InAWARE (Indonesia  All Warning, Analysis and Risk Evaluation) antara BNPB dan Pasifik Disaster Center juga sangat maju. Bahkan melebihi ekspetasi kami karena bantuan sejenis di banyak negara-negara lain banyak mengalami masalah. Di Indonesia, system InAWARE digunakan di pusat hingga daerah. Begitu juga bantuan untuk peningkatan kapasitas, manajemen logistik, pelatihan, pemberdayaan masyarakat dan lainnya juga berjalan dengan baik. Intinya kerjasama antara Indonesia dan USAID kita jadikan role model dalam penanggulangan bencana dengan negara-negara lain”, imbuh James Fleming.

Kepala BNPB, Willem Rampangilei, menyampaikan, “Pemerintah Indonesia mengucapkan terima kasih atas bantuan Pemerintah Amerika melalui USAID/OFDA. Pemerintah Indonesia sangat komitmen menanggulangi bencana dengan serius. Ini sebagai wujud bahwa negara hadir melindungi rakyatnya. Bahkan penanggulangan bencana menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan nasional. Artinya masalah bencana menjadi arus utama dalam pembangunan di semua sector. Jiwa gotong royong dan kekompakan antara Pemerintah Indonesia, masyarakat dan dunia usaha menjadi salah satu pilar yang penting dalam penanggulangan bencana.”

“Indonesia siap membantu negara-negara lain untuk sharing pengalaman. Kita tinggal di satu planet Bumi yang harus saling tolong menolong. BNPB memiliki pusat pelatihan penanggulangan bencana berkelas dunia bernama InaDRTG (Indonesia Disaster Relief Training Ground) yang dapat digunakan belajar bersama. Harapan saya agar kerjasama antara Indonesia dan Amerika dapat ditingkatkan ke depan. USAID dapat melanjutkan kerjasama program dalam peningkatan kapasitas, pengembangan InAWARE, training, menyediakan beasiswa untuk studi khusus penanggulangan bencana di Amerika, melanjutkan pengembangan system ICS, bantuan teknis dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, dan knowledge sharing”, tambah Willem Rampangilei.

Bagikan ke Akun Jaringan Sosial :

FacebookTwitterGoogleTumblrPinterest


About

Redaksi bertugas sebagai penyunting dan penerbit sekaligus editor untuk isi dari semua website yang ada dihalaman website BPBD Kabupaten Blitar, sekaligus bertanggungjawab atas keterangan semua isi berita yang telah diterbitkan. Mengatur penjadwalan penerbitan berita dan mendesain isi berita agar menarik dan komunikatif. Bagi siapapun yang ingin berpartisipasi untuk mengirimkan informasi maupun berita agar diterbitkan di halaman website BPBD Kab Blitar ini bisa langsung mengirimkan email ke redaksi@bpbdkabblitar.info untuk lebih lanjutnya akan ditinjau ulang dan diterbitkan.

Kabupaten Blitar memiliki, luas wilayah ±1.588,79 Km², 22 Kecamatan, 248 Desa/Kelurahan serta jumlah penduduk 1.116.639 . Secara Geografis terletak pada 112°19'32"E Bujur Timur dan 8°4'43"S Lintang Selatan.

Ikuti Kami

  • 100 ribu orang terdampak banjir di NTB, sebagian ditampung di lantai dua masjid-masjid https://t.co/sMK8gSSDLh https://t.co/oXPZG38J7G - https://t.co/sMK8gSSDLh 1 month ago

  • Beberapa Bencana Alam Yang Terjadi pada Akhir Tahun 2016 https://t.co/hQ7z8DQ1Em https://t.co/z2v7pdLuIg - https://t.co/hQ7z8DQ1Em 1 month ago

  • Sering gempa, warga Aceh ‘harus siap hidup bersama bencana’ https://t.co/XYdGn2wZPM https://t.co/6EsvknuIVt - https://t.co/XYdGn2wZPM 1 month ago

Galeri Kami

    Kontak Kami

    Kontak

    Email: admin@bpbdkabblitar.info

    Phone: 0342- 692819

    Fax: 0342- 692819

    Address: Jl. Bromo No.3 Wlingi - Blitar