Thursday, 27/7/2017 | : : UTC+7
BPBD Kabupaten Blitar – Wlingi

Waspada, Semburan Lumpur Di Bojonegoro

Waspada, Semburan Lumpur Di Bojonegoro

Peristiwa kejadian alam, semburan lumpur yang berada di Bojonegoro, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menyatakan semburan air bercampur lumpur di Desa Jari, Kecamatan Gondang yang mulai terjadi sehari lalu, mengandung gas beracun “H2S” (Hidrogen Sulfida) sebesar 1 ppm.

“Gas H2S yang keluar di lokasi semburan lumpur itu, membahayakan manusia, karena di atas ambang batas yang ditentukan,” kata Kepala Bidang BLH Pemkab Bojonegoro Hari Susanto, di Bojonegoro, seperti diberitakan Antara, Jumat (8/4).

Sesuai ketentuan, katanya, gas H2S (Hidrogen Sulfida) yang diperolehkan atau tidak membahayakan manusia sebesar 0,003 ppm. “Meski demikian, gas H2S itu, menjadi tidak berbahaya bagi manusia, karena lokasinya jauh dari pemukiman warga,” kata Hari.

Dengan demikian, katanya, pengaruh gas H2S yang keluar itu, sudah hilang terbawa angin ketika sampai dilingkungan pemukiman warga. Hari menjelaskan semburan air bercampur lumpur itu, diketahui warga di desa setempat sejak Kamis (7/4) sekitar pukul 01.00 WIB. Sebelumnya warga mendengar ada suara ledakan seperti gempa (CNN Indonesia)

Sejumlah warga kemudian mencari arah lokasi sumber ledakan dan mengetahui ada semburan air bercampur lumpur muncul dari dalam tanah milik warga dengan diameter 30 centimeter, dengan semburan sekitar 2 meter. Semburan air bercampur lumpur di lokasi desa setempat pagi tadi sudah mengecil. Tapi, di lokasi lainnya ke arah barat daya dari lokasi semburan pertama, juga muncul semburan serupa, bahkan lebih besar. Hari mengatakan di desa setempat kerap muncul semburan air bercampur lumpur, yang kemudian menghilang sendiri. “Tahun lalu juga ada semburan air bercampur lumpur di tiga lokasi, yang kemudian hilang sendiri,” tandasnya.

Menurut Hari, Tim BLH sudah turun ke lokasi untuk mengambil contoh semburan air bercampur lumpur untuk dilakukan uji laboratorium di Mojokerto. “Saya mencium bau minyak, ketika mendekat ke arah lokasi,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Andik Sudjarwo mengimbau warga agar tidak mendekat ke arah lokasi semburan, mengingat gas beracun H2S bisa membahayakan kesehatan manusia. “Bagaimanapun juga warga sebaiknya tidak medekat ke arah lokasi semburan, sebab mengeluarkan gas beracun,” ucapnya.

 

Bagikan ke Akun Jaringan Sosial :

FacebookTwitterGoogleTumblrPinterest


About

Redaksi bertugas sebagai penyunting dan penerbit sekaligus editor untuk isi dari semua website yang ada dihalaman website BPBD Kabupaten Blitar, sekaligus bertanggungjawab atas keterangan semua isi berita yang telah diterbitkan. Mengatur penjadwalan penerbitan berita dan mendesain isi berita agar menarik dan komunikatif. Bagi siapapun yang ingin berpartisipasi untuk mengirimkan informasi maupun berita agar diterbitkan di halaman website BPBD Kab Blitar ini bisa langsung mengirimkan email ke redaksi@bpbdkabblitar.info untuk lebih lanjutnya akan ditinjau ulang dan diterbitkan.

Kabupaten Blitar memiliki, luas wilayah ±1.588,79 Km², 22 Kecamatan, 248 Desa/Kelurahan serta jumlah penduduk 1.116.639 . Secara Geografis terletak pada 112°19'32"E Bujur Timur dan 8°4'43"S Lintang Selatan.

Ikuti Kami

  • 100 ribu orang terdampak banjir di NTB, sebagian ditampung di lantai dua masjid-masjid https://t.co/sMK8gSSDLh https://t.co/oXPZG38J7G - https://t.co/sMK8gSSDLh 1 month ago

  • Beberapa Bencana Alam Yang Terjadi pada Akhir Tahun 2016 https://t.co/hQ7z8DQ1Em https://t.co/z2v7pdLuIg - https://t.co/hQ7z8DQ1Em 1 month ago

  • Sering gempa, warga Aceh ‘harus siap hidup bersama bencana’ https://t.co/XYdGn2wZPM https://t.co/6EsvknuIVt - https://t.co/XYdGn2wZPM 1 month ago

Galeri Kami

    Kontak Kami

    Kontak

    Email: admin@bpbdkabblitar.info

    Phone: 0342- 692819

    Fax: 0342- 692819

    Address: Jl. Bromo No.3 Wlingi - Blitar