Thursday, 27/7/2017 | : : UTC+7
BPBD Kabupaten Blitar – Wlingi

Antisipasi Gas Beracun Gunung Egon

Antisipasi Gas Beracun Gunung Egon

Aktivitas Gunung Egon meningkat sejak Januari 2016 lalu, hal ini mengakibatkan munculnya ancaman baru berupa gas beracun pada Gunung Egon. Untu mengantisipasi hal tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka menyelesaikan pemabaruan Rencana Kontinjensi terkait ancaman gas beracun Gunung Egon.

Dikutip dari BNPB, Segenap elemen pemerintah daerah dan pihak terkait penanggulangan bencana di Kabupaten Sikka, akhirnya menyelesaikan pembaruan terhadap dokumen Rencana Kontinjensi (renkon) menghadapi ancaman bencana erupsi gunung api. Didukung oleh BNPB melalui Direktorat Kesiapsiagaan bekerjasama dengan BPBD setempat, pembaruan dilakukan terhadap dokumen yang pernah disusun oleh pemda dengan dukungan PVMBG pada tahun 2013 lalu. Pembaruan ini dilakukan dalam sebuah proses lokakarya yang diadakan di Kota Maumere, Rabu-Sabtu (6 -9/4/2016).

Pihak-pihak yang terlibat diantaranya BPBD, dinas-dinas terkait, TNI, Polri, SAR, PMI, LSM, Pos Pengamat Gunungapi Egon, PDAM, BNI, BRI, Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa yang kemungkinan terdampak. Tidak kurang dari 25 instansi diwakili oleh 40 peserta yang terlibat dalam penyusunan pembaruan dokumen penting ini. Sedangkan tenaga fasilitator berasal dari tim BNPB.

Alasan pembaruan dokumen renkon ini adalah bertambahnya jenis ancaman baru berupa gas beracun yang muncul ketika aktivitas gunung tersebut meningkat pada Januari 2016. Disamping itu PVMBG telah merilis revisi Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunungapi Egon yang baru. Revisi tersebut merubah radius KRB I (dari 10 Km menjadi 5 Km), KRB II (dari 6 Km menjadi 3 Km). Sedangkan KRB III tetap dalam radius 1,5 Km. Kemudian dasar revisi berikutnya adalah usia dokumen renkon sebelumnya yang telah memasuki usia tiga tahun, sehingga layak untuk direvisi. Selain itu, dokumen sebelumnya belum dilegalisasi oleh pemerintah daerah. Perubahan data atau kondisi lapangan akibat pertumbuhan penduduk serta aktifitas pembangunan juga menjadi alasan perlunya pembaruan dokumen renkon tersebut.

Acara dibuka secara resmi oleh Asisten III selaku Plh. Setda, Aloysius A. G. Conterius. Didampingi oleh Kasubdit Perencanaan Siaga BNPB, Eny Supartini dan Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi NTT, Jemi E Mella. Sedangkan untuk memberi pemahaman dan informasi situasi terbaru tentang Gunungapi Egon, sistem kesiapsiagaan serta kedaruratan dalam penanggulangan bencana, acara ini didahului oleh paparan materi dari BPBD Provinsi NTT, BPBD Kabupaten Sikka, PVMBG dan BNPB.

Dokumen ini masih akan terus disempurnakan karena pada saat berita ini ditulis, dokumen yang telah disusun sedang diujicobakan dalam sebuah Table Top Exercises (TTX). TTX dihadiri dan diperankan oleh Asisten I dan Asisten III Sekretariat Daerah, Dandim, Kapolres, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Kehutanan, Kepala BAPPEDA, Kepala PDAM, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Bidang Tanggap Darurat dan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan serta instansi lainnya yang diwakili oleh para peserta lokakarya.

Sebagaimana diketahui, Gunungapi Egon terletak di Kabupaten Sikka, Provinsi NTT dengan koordinat 8°40’ LS dan 122°27′ BT pada elevasi 1703 mdpl. Tipe letusan Gunungapi Egon adalah letusan freatik. Pada letusan 2008 tinggi kolom abu mencapai ketinggian maksimal ± 5.700 m di atas puncak yang disertai suara gemuruh sedang. Sejak 2008 hingga 2016 Gunungapi Egon menunjukan fluktuasi aktivitas sehingga status yang pernah ditetapkan bergantian antara normal, waspada dan siaga. Status Siaga dalam periode tersebut terjadi satu kali pada Januari 2016 dimana saat itu muncul gas beracun di beberapa titik. Dari data dan perkiraan para penyusun revisi dokumen renkon ini, jumlah penduduk di dua kecamatan terdampak adalah 11.065 (2.048 KK), sedangkan jumlah jiwa yang terancam adalah 10.976 jiwa. (Tim Subdit Perencanaan Siaga)

Bagikan ke Akun Jaringan Sosial :

FacebookTwitterGoogleTumblrPinterest


About

Redaksi bertugas sebagai penyunting dan penerbit sekaligus editor untuk isi dari semua website yang ada dihalaman website BPBD Kabupaten Blitar, sekaligus bertanggungjawab atas keterangan semua isi berita yang telah diterbitkan. Mengatur penjadwalan penerbitan berita dan mendesain isi berita agar menarik dan komunikatif. Bagi siapapun yang ingin berpartisipasi untuk mengirimkan informasi maupun berita agar diterbitkan di halaman website BPBD Kab Blitar ini bisa langsung mengirimkan email ke redaksi@bpbdkabblitar.info untuk lebih lanjutnya akan ditinjau ulang dan diterbitkan.

Kabupaten Blitar memiliki, luas wilayah ±1.588,79 Km², 22 Kecamatan, 248 Desa/Kelurahan serta jumlah penduduk 1.116.639 . Secara Geografis terletak pada 112°19'32"E Bujur Timur dan 8°4'43"S Lintang Selatan.

Ikuti Kami

  • 100 ribu orang terdampak banjir di NTB, sebagian ditampung di lantai dua masjid-masjid https://t.co/sMK8gSSDLh https://t.co/oXPZG38J7G - https://t.co/sMK8gSSDLh 1 month ago

  • Beberapa Bencana Alam Yang Terjadi pada Akhir Tahun 2016 https://t.co/hQ7z8DQ1Em https://t.co/z2v7pdLuIg - https://t.co/hQ7z8DQ1Em 1 month ago

  • Sering gempa, warga Aceh ‘harus siap hidup bersama bencana’ https://t.co/XYdGn2wZPM https://t.co/6EsvknuIVt - https://t.co/XYdGn2wZPM 1 month ago

Galeri Kami

    Kontak Kami

    Kontak

    Email: admin@bpbdkabblitar.info

    Phone: 0342- 692819

    Fax: 0342- 692819

    Address: Jl. Bromo No.3 Wlingi - Blitar