Thursday, 27/7/2017 | : : UTC+7
BPBD Kabupaten Blitar – Wlingi

BNPB, Bahas Penanggulangan Bencana Dengan ASEAN

BNPB, Bahas Penanggulangan Bencana Dengan ASEAN

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkul negara yang masuk kedalam ASEAN untuk membahas penanggulanagan bencana di wilayah ASEAN, hal ini dengan satu prinsip yang sama antara negera-negara di ASEAN yaitu membangun saatu masyarakat ASEAN yang tangguh menghadapi ancaman bencana.

Di kutip dari BNPB, Pertemuan ACDM 2016 di Kota Semarang sebagai media lesson learned and sharing experience. Selain pengalaman penanganan bencana Indonesia selama 10 tahun terakhir, penguatan program pengelolaan bencana, investasi pengurangan risiko bencana untuk mendukung program kemandirian ekonomi dan kesinambungan pembangunan sesuai RPJMN Indonesia periode 2015-2019 merupakan informasi berharga untuk delegasi negara lainnya.

Agenda dalam ACDM 2016 dan Relevant Meeting adalah untuk mendukung ASEAN Vision 2025 on Disaster Management. Pertemuan yang dilaksanakan mulai tanggal 26-29 April 2016, diantaranya: The 28th Meeting ASEAN Coordinating on Disaster Management MeetingThe 5th Joint Task Force Meeting to Promote Synergy with other Relevant ASEAN Bodies on HADRThe 4th Meeting of Governing Board of The AHA Center danACDM Session on EAS Cooperation on Disaster Management serta pembahasan Working Group terkait Recovery, Preparedness and Response, Prevention and Mitigation, Knowledge and Innovation Management, dan Risk AssesmentThe 3rd AADMER Partnership Conference yang juga rangkaian dari pertemuan pada ACDM ini, akan dihadiri negara-negara lainnya seperti Australia, China, India, Republik Korea, Jepang, Selandia Baru, Amerika dan Rusia yang turut meramaikan pertemuan di Kota Semarang.

Delegasi Republik Indonesia pada ACDM 2016 ini dipimpin oleh Bernardus Wisnu Widjaja, Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan sedangkan sebagai Chair dalam persidangan ACDM adalah Dody Ruswandi, Sekretaris Utama BNPB. Gubernur Jawa Tengah, Bapak Ganjar Pranowo mengundang seluruh delegasi dalam acara “Gala Dinner” di Gedung Perdamaian pada 28 April 2016.

Sementara itu, dilansir dari Tempo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan respons bersama negara-negara yang tergabung di Association Southeast Asian Nations (ASEAN) dalam menangani bencana sangat penting. “Setiap negara mengalami tantangan untuk menghadapi multi-bencana dan kerentanan. ASEAN setiap saat dapat terdampak bencana,” katanya dalam keterangan resminya seusai menghadiri pertemuan ASEAN Committee on Disaster Management (ACDM) ke-28, di Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 26 April 2016.

Willem menuturkan, pertemuan tersebut mendorong ASEAN untuk menumbuhkan kerja sama kemanusiaan, pengurangan risiko bencana, dan membangun ketangguhan di kawasan ini. “ASEAN harus siap bekerja sama serta mendukung dalam upaya-upaya membantu pemerintah dan masyarakat yang terdampak bencana,” katanya.

Willem menjelaskan, berdasarkan laporan United Nations International Strategy for Disaster Reduction (UNISDR), siklon atau badai merupakan bencana yang paling mematikan di kawasan ASEAN. Bencana tersebut dapat menyebabkan kerugian bagi kehidupan masyarakat, infrastruktur, pertanian, dan sebagainya. UNISDR pada periode 1970-2009 menemukan bahwa kerentanan sosial terhadap bencana juga sangat tinggi. Menurut Willem, masyarakat Myanmar memiliki indeks kerentanan paling tinggi dibandingkan negara-negara lain di kawasan ASEAN, kemudian diikuti oleh Indonesia dan Filipina.

Bagikan ke Akun Jaringan Sosial :

FacebookTwitterGoogleTumblrPinterest


About

Redaksi bertugas sebagai penyunting dan penerbit sekaligus editor untuk isi dari semua website yang ada dihalaman website BPBD Kabupaten Blitar, sekaligus bertanggungjawab atas keterangan semua isi berita yang telah diterbitkan. Mengatur penjadwalan penerbitan berita dan mendesain isi berita agar menarik dan komunikatif. Bagi siapapun yang ingin berpartisipasi untuk mengirimkan informasi maupun berita agar diterbitkan di halaman website BPBD Kab Blitar ini bisa langsung mengirimkan email ke redaksi@bpbdkabblitar.info untuk lebih lanjutnya akan ditinjau ulang dan diterbitkan.

Kabupaten Blitar memiliki, luas wilayah ±1.588,79 Km², 22 Kecamatan, 248 Desa/Kelurahan serta jumlah penduduk 1.116.639 . Secara Geografis terletak pada 112°19'32"E Bujur Timur dan 8°4'43"S Lintang Selatan.

Ikuti Kami

  • 100 ribu orang terdampak banjir di NTB, sebagian ditampung di lantai dua masjid-masjid https://t.co/sMK8gSSDLh https://t.co/oXPZG38J7G - https://t.co/sMK8gSSDLh 1 month ago

  • Beberapa Bencana Alam Yang Terjadi pada Akhir Tahun 2016 https://t.co/hQ7z8DQ1Em https://t.co/z2v7pdLuIg - https://t.co/hQ7z8DQ1Em 1 month ago

  • Sering gempa, warga Aceh ‘harus siap hidup bersama bencana’ https://t.co/XYdGn2wZPM https://t.co/6EsvknuIVt - https://t.co/XYdGn2wZPM 1 month ago

Galeri Kami

    Kontak Kami

    Kontak

    Email: admin@bpbdkabblitar.info

    Phone: 0342- 692819

    Fax: 0342- 692819

    Address: Jl. Bromo No.3 Wlingi - Blitar