Thursday, 27/7/2017 | : : UTC+7
BPBD Kabupaten Blitar – Wlingi

Pendaki Asal Palembang Tenggelam Di Segara Anak Gunung Rinjani

Pendaki Asal Palembang Tenggelam Di Segara Anak Gunung Rinjani

Pendaki asal Palembang, Sumatera Selatan, tewas saat berada di pemandian air panas Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB). Jenazahnya di evakuasi oleh Basarnas.

Dikutip dari Kompas, bahwa Ike pendaki asal palembang yang mendaki Gunung Rinjani dipastikan meninggal. “Sudah dipastikan meninggal atas nama Ika dari Palembang. Lokasi TKP di pemandian air panas di sekitar Danau Segara Anak,” kata Daniel Rosang, koordinator Perlindungan dan Pengamanan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Senin (9/5/2016).

Hingga saat ini, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian korban. Ia menjelaskan, korban bersama empat temannya mulai mendaki Gunung Rinjani melalui jalur pendakian Sembalun. Korban hilang pada Minggu (8/5/2016) pukul 17.30 Wita, di sekitar pemandian air panas yang berjarak 100 meter dari Danau Segara Anak. Korban baru ditemukan Senin, 9 Mei 2016 sekitar pukul 10.15 Wita dalam keadaan meninggal dunia.

Daniel menjelaskan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Basarnas yang saat ini sedang menuju ke lokasi untuk melakukan evakuasi jenazah. Tim evakuasi berangkat melalui pintu pendakian Senaru dengan peralatan lengkap. “Dari Basarnas lengkap standar peralatan mereka, termasuk tabung selam oksigen karena diperkirakan korban tenggelam di sekitar pemandian air panas tersebut,” terang Daniel.

Jika menggunakan waktu tempuh normal, tim evakuasi diperkirakan sampai ke TKP sekitar pukul 19.00 Wita atau setelah menempuh sekitar 10 jam perjalanan. Tim evakuasi bersama korban diperkirakan tiba di Senaru sekitar Selasa dini hari. Daniel menambahkan, selama ini pemandian air panas memang menjadi salah satu objek wisata di Gunung Rinjani. Biasanya, para pendaki berendam air panas untuk melepas penat setelah menempuh perjalanan jauh. “Itu bukan daerah larangan di kawasan Rinjani, jadi siapapun pengunjung setelah mendirikan perkemahan di pinggiran danau bisa langsung ke lokasi pemandian itu. Jadi bukan daerah larangan untuk didatangi,” terang Daniel.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, ia menyarankan kepada para pendaki untuk memperhatikan daya tahan tubuh dan istirahat terlebih dahulu sebelum menuju ke pemandian air panas. “Kasih jeda tubuh beristirahat. Kalau sudah santai, aliran darah sudah enak. Kemudian metabolisme tubuh sudah kembali, baru bisa bersantai. Tidak langsung lah, karena masing-masing fisik pendaki berbeda,” kata Daniel.

Sementara itu, dikutip dari CNN Indonesia, Tim Basarnas Mataram mengevakuasi jenazah pendaki perempuan asal Palembang, Sumatera Selatan, bernama Ike Suseta Adelia dari Gunung Rinjani, Selasa (10/5) malam. Juru Bicara Basarnas Mataram, Putu Cakra Ningrat, mengatakan Ike tewas akibat tenggelam di sumber mata air panas Aik Kalak di kaki gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia itu. “Korban berhasil kami evakuasi di Pos Pintu Senaru, Lombok Utara,” ujarnya

Putu mengatakan, untuk mengevakuasi Ike , tim Basarnas harus menempuh perjalanan panjang selama dua hari dari Pos Sembalun, Lombok Timur. “Proses evakuasi sempat terkendala cuaca dengan hujan lebat ditambah medan yang cukup terjal, sehingga menyulitkan tim evakuasi,” tuturnya.

Usai evakuasi, Basarnas menyerahkan jenazah Ike ke kepolisian. Kini jenazah perempuan berusia 26 tahun itu berada di Puskesmas Anyar, Lombok Utara. Rencananya, kata Putu, kepolisian akan membawa jenazah Ike ke Rumah Sakit Bhayangkara. Otoritas Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat akan selanjutnya akan menggelar autopsi.

Bagikan ke Akun Jaringan Sosial :

FacebookTwitterGoogleTumblrPinterest


About

Redaksi bertugas sebagai penyunting dan penerbit sekaligus editor untuk isi dari semua website yang ada dihalaman website BPBD Kabupaten Blitar, sekaligus bertanggungjawab atas keterangan semua isi berita yang telah diterbitkan. Mengatur penjadwalan penerbitan berita dan mendesain isi berita agar menarik dan komunikatif. Bagi siapapun yang ingin berpartisipasi untuk mengirimkan informasi maupun berita agar diterbitkan di halaman website BPBD Kab Blitar ini bisa langsung mengirimkan email ke redaksi@bpbdkabblitar.info untuk lebih lanjutnya akan ditinjau ulang dan diterbitkan.

Kabupaten Blitar memiliki, luas wilayah ±1.588,79 Km², 22 Kecamatan, 248 Desa/Kelurahan serta jumlah penduduk 1.116.639 . Secara Geografis terletak pada 112°19'32"E Bujur Timur dan 8°4'43"S Lintang Selatan.

Ikuti Kami

  • 100 ribu orang terdampak banjir di NTB, sebagian ditampung di lantai dua masjid-masjid https://t.co/sMK8gSSDLh https://t.co/oXPZG38J7G - https://t.co/sMK8gSSDLh 1 month ago

  • Beberapa Bencana Alam Yang Terjadi pada Akhir Tahun 2016 https://t.co/hQ7z8DQ1Em https://t.co/z2v7pdLuIg - https://t.co/hQ7z8DQ1Em 1 month ago

  • Sering gempa, warga Aceh ‘harus siap hidup bersama bencana’ https://t.co/XYdGn2wZPM https://t.co/6EsvknuIVt - https://t.co/XYdGn2wZPM 1 month ago

Galeri Kami

    Kontak Kami

    Kontak

    Email: admin@bpbdkabblitar.info

    Phone: 0342- 692819

    Fax: 0342- 692819

    Address: Jl. Bromo No.3 Wlingi - Blitar