Thursday, 27/7/2017 | : : UTC+7
BPBD Kabupaten Blitar – Wlingi

Dua Desa Rawan Bencana, Direncakan Akan Direlokasi Kemensos

Dua Desa Rawan Bencana, Direncakan Akan Direlokasi Kemensos

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Purworejo, Budi Harjono mengatakan Desa Karangrejo dan Desa Donorati tergolong dalam tingkat tinggi rawan bencana longsor, karena wilayahnya sebagian besar tanah gambut dan marak penebangan liar. Di dua desa itulah ditemukan paling banyak korban tewas akibat longsor yang terjadi Sabtu, 18 Juni 2016.

Budi mengatakan strategi mitigasi bencana sudah dilakukan seperti sosialisasi, simulasi, dan pemasangan rambu. “Warga responsnya macam-macam. Ada yang mendukung dan ada yangcuek. Tapi yang namanya bencana, siapa yang tahu,” katanya kepada Tempo, Senin 21 Juni 2016. Namun dia, mengakui selama ini program yang sudah dilakukan sebatas sosialisasi dan simulasi bencana.

Ia menjelaskan total korban tewas akibat tanah longsor yang sudah ditemukan mencapai 30 orang dan sebanyak 13 orang masih hilang. Adapun rinciannya di Desa Donorati 9 orang tewas dan 6 orang belum ditemukan, Desa Karangrejo 10 orang tewas, 7 belum ditemukan, Desa Jelok 4 orang tewas, Desa Pacekalan 2 orang tewas, Desa Sidomulyo 5 orang tewas. “Sebanyak 16 orang mengalami luka-luka dari 5 desa tersebut,” katanya kepada Tempo Senin 21 Juni 2016.

Dalam siaran persnya, Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan  Tim SAR gabungan menemukan 4 korban meninggal, yakni tiga korban ditemukan di Desa Donorati Kecamatan Purworejo dan satu korban di di Desa Caok/Karangrejo, Kecamatan Loano. Ia mengatakan kemungkinan masih ada 6 orang korban di Desa Donorati dan 8 orang di Desa Caok. Secara total korban bencana banjir dan longsor di Jawa Tengah mencapai 47 tewas dan 15 orang hilang.

Ia mengatakan proses pencarian korban dibantu 3 alat berat setelah terbukanya akses jalan yang sebelumnya sempat tertutup. “Masyarakat tetap siapsiaga mengingat potensi banjir dan longsor masih tetap tinggi,” katanya dalam siaran pers kemarin. Kepala BNPB, Willem Rampangilei yang datang ke lokasi bencana mengatakan proses pencarian korban akan dilakukan  hingga 7 hari ke depan atau Jumat mendatang. Namun jika diperlukan, masa pencarian dapat diperpanjang. Sebanyak 250 personil terlibat dalam Tim SAR gabungan.

Sementara itu, pasca bencana Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa berencana merelokasi warga yang tinggal di daerah rentan bencana alam, baik banjir maupun longsor. “Untuk menghindari  korban jiwa berjatuhan,” ujar Khofifah dalam keterangan persnya setelah meninjau lokasi bencana di Purworejo, Jawa Tengah, Selasa, 21 Juni 2016.

Khofifah mengatakan kementeriannya bersama pemerintah daerah setempat tengah mengkaji rencana pemindahan 19 rumah di Purworejo ke permukiman yang lebih aman. “Hal itu sedang dikomunikasikan dengan pemda agar upaya opsi relokasi segera dilakukan,” katanya.

Ke depan, rumah-rumah di kawasan lain, seperti Banjarnegara, Jawa Tengah, dan Subang, Jawa Barat, akan direlokasi ke daerah yang lebih aman. “Ini merupakan ikhtiar pemerintah untuk menyelamatkan warga dan menghindari korban jiwa serta kerugian lainnya,” ucapnya.

Menurut Khofifah, kementeriannya juga akan memberikan sumbangan dalam bentuk bantuan santunan kematian (BSK) Rp 15 juta untuk warga yang keluarganya meninggal akibat bencana itu. Para korban luka akan diberikan bantuan, tapi dengan nominal berbeda.

Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan stok pangan para korban bencana, Khofifah meminta para kepala daerah menggunakan cadangan beras pemerintah mulai 100 hingga 200 ton. “Jika masih kurang, ada 200 ton yang merupakan kewenangan Kemensos,” ujar Khofifah.

Sebagai solusi jangka panjang, menurut Khofifah, Kemensos akan mengembangkan dan memperbanyak keberadaan kampung siaga bencana. KSB dimaksudkan untuk mempersiapkan warga yang berada di daerah rawan bencana guna menghadapi bencana alam.

Sumber: Tempo

Bagikan ke Akun Jaringan Sosial :

FacebookTwitterGoogleTumblrPinterest


About

Redaksi bertugas sebagai penyunting dan penerbit sekaligus editor untuk isi dari semua website yang ada dihalaman website BPBD Kabupaten Blitar, sekaligus bertanggungjawab atas keterangan semua isi berita yang telah diterbitkan. Mengatur penjadwalan penerbitan berita dan mendesain isi berita agar menarik dan komunikatif. Bagi siapapun yang ingin berpartisipasi untuk mengirimkan informasi maupun berita agar diterbitkan di halaman website BPBD Kab Blitar ini bisa langsung mengirimkan email ke redaksi@bpbdkabblitar.info untuk lebih lanjutnya akan ditinjau ulang dan diterbitkan.

Kabupaten Blitar memiliki, luas wilayah ±1.588,79 Km², 22 Kecamatan, 248 Desa/Kelurahan serta jumlah penduduk 1.116.639 . Secara Geografis terletak pada 112°19'32"E Bujur Timur dan 8°4'43"S Lintang Selatan.

Ikuti Kami

  • 100 ribu orang terdampak banjir di NTB, sebagian ditampung di lantai dua masjid-masjid https://t.co/sMK8gSSDLh https://t.co/oXPZG38J7G - https://t.co/sMK8gSSDLh 1 month ago

  • Beberapa Bencana Alam Yang Terjadi pada Akhir Tahun 2016 https://t.co/hQ7z8DQ1Em https://t.co/z2v7pdLuIg - https://t.co/hQ7z8DQ1Em 1 month ago

  • Sering gempa, warga Aceh ‘harus siap hidup bersama bencana’ https://t.co/XYdGn2wZPM https://t.co/6EsvknuIVt - https://t.co/XYdGn2wZPM 1 month ago

Galeri Kami

    Kontak Kami

    Kontak

    Email: admin@bpbdkabblitar.info

    Phone: 0342- 692819

    Fax: 0342- 692819

    Address: Jl. Bromo No.3 Wlingi - Blitar