Thursday, 27/7/2017 | : : UTC+7
BPBD Kabupaten Blitar – Wlingi

Jalur Rel KAI Madiun Rawan Bencana

Jalur Rel KAI Madiun Rawan Bencana

Sebanyak 16 titik rel di wilayah kerja PT Kereta Api (KAI) Daerah Operasional (Daop) VII Madiun berpotensi terganggu akibat bencana alam. Tiga titik di antaranya dinyatakan rawan longsor, yakni antara Wilangan-Bagor, Nganjuk; Caruban-Saradan, Kabupaten Madiun; dan Walikukun-Kedungbanteng, Ngawi.

Sedangkan titik rawan banjir ada di delapan lokasi, yakni Curahmalang-Sumobito, Jombang-Kertosono, Baron-Sukomoro, Bagor-Wilangan, Madiun-Barat, Geneng-Paron, Tulungagung-Ngujang, dan Ngujang-Kras. Adapun yang masuk kategori rawan ambles berada di empat titik, yaitu Baron-Sukomoro, Bagor-Wilangan, Caruban-Babadan, dan Babadan-Madiun. “Jembatan yang rawan gangguan ada satu titik di Sumobito-Kertosono,” kata Manajer Humas PT KAI Daop VII Madiun Supriyanto, Rabu, 22 Juni 2016.

PT KAI mengintensifkan pemantauan lalu lintas di beberapa titik yang rawan gangguan. Langkah itu dijalankan bersama sejumlah pihak, di antaranya kepolisian, TNI Angkatan Darat, dan komunitas pencinta kereta api. “Petugas PT KAI disiagakan 24 jam di titik-titik rawan itu,” ujar Supriyanto.

Material, seperti pasir dalam karung dan alat berat, juga disiagakan di stasiun. Jika rel kereta tidak normal dan diperkirakan mengganggu perjalanan kereta api, alat dan material itu diterjunkan di titik rawan gangguan. Selain berpotensi terganggu akibat bencana alam, rel yang membentang di wilayah Daop VII Madiun juga rawan kecelakaan. “Perlintasan (tanpa palang pintu) ini rawan kecelakaan,” tutur Asisten Manajer Humas PT KAI Daop VII Madiun Rochmadi, Rabu, 22 Juni 2016. Terutama di 235 perlintasan kereta api yang tidak berpalang pintu. Titik lokasinya menyebar di beberapa kabupaten dan kota wilayah daop setempat, di antaranya Ngawi, Madiun, Nganjuk, dan Kediri.

Karena itu, PT KAI menyiagakan personel di sejumlah perlintasan tanpa palang pintu saat arus mudik dan balik Lebaran. Mereka berjaga siang dan malam sejak 24 Juni hingga 17 Juli 2016. Untuk antisipasi kecelakaan di perlintasan tanpa palang pintu, warga juga membantu dengan mendapat upah pungut secara sukarela dari pengguna jalan. Upaya lainnya, kata Rochamdi, memasang banner imbauan di 35 titik. Puluhan banner itu bertujuan mengingatkan pengguna jalan raya agar lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan kereta api tanpa palang pintu.

Sumber: Tempo

Bagikan ke Akun Jaringan Sosial :

FacebookTwitterGoogleTumblrPinterest


About

Redaksi bertugas sebagai penyunting dan penerbit sekaligus editor untuk isi dari semua website yang ada dihalaman website BPBD Kabupaten Blitar, sekaligus bertanggungjawab atas keterangan semua isi berita yang telah diterbitkan. Mengatur penjadwalan penerbitan berita dan mendesain isi berita agar menarik dan komunikatif. Bagi siapapun yang ingin berpartisipasi untuk mengirimkan informasi maupun berita agar diterbitkan di halaman website BPBD Kab Blitar ini bisa langsung mengirimkan email ke redaksi@bpbdkabblitar.info untuk lebih lanjutnya akan ditinjau ulang dan diterbitkan.

Kabupaten Blitar memiliki, luas wilayah ±1.588,79 Km², 22 Kecamatan, 248 Desa/Kelurahan serta jumlah penduduk 1.116.639 . Secara Geografis terletak pada 112°19'32"E Bujur Timur dan 8°4'43"S Lintang Selatan.

Ikuti Kami

  • 100 ribu orang terdampak banjir di NTB, sebagian ditampung di lantai dua masjid-masjid https://t.co/sMK8gSSDLh https://t.co/oXPZG38J7G - https://t.co/sMK8gSSDLh 1 month ago

  • Beberapa Bencana Alam Yang Terjadi pada Akhir Tahun 2016 https://t.co/hQ7z8DQ1Em https://t.co/z2v7pdLuIg - https://t.co/hQ7z8DQ1Em 1 month ago

  • Sering gempa, warga Aceh ‘harus siap hidup bersama bencana’ https://t.co/XYdGn2wZPM https://t.co/6EsvknuIVt - https://t.co/XYdGn2wZPM 1 month ago

Galeri Kami

    Kontak Kami

    Kontak

    Email: admin@bpbdkabblitar.info

    Phone: 0342- 692819

    Fax: 0342- 692819

    Address: Jl. Bromo No.3 Wlingi - Blitar