Thursday, 27/7/2017 | : : UTC+7
BPBD Kabupaten Blitar – Wlingi

Kementan, 79 Ribu Hektare Sawah Kekeringan

Kementan, 79 Ribu Hektare Sawah Kekeringan

Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan pemantauan perkembangan serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), banjir dan kekeringan. Hal tersebut dilakukan guna menjaga produksi komoditi pangan strategis khususnya padi.

Pemantauan dilakukan melalui Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi seluruh Indonesia. Hingga Agustus 2015, tercatat luas areal padi yang mengalami puso karena serangan OPT, banjir dan kekeringan seluas 102.072 hektare (ha).

Adapun luas puso padi pada periode Januari hingga Agustus 2015 lebih besar disebabkan terjadi kekeringan seluas 79.562 ha. “Luas tersebut sama dengan 0,90 persen dari luas tanam keseluruhn yakni 8.828.861 ha,” kata Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Dwi Iswari akhir pekan lalu.

Kondisi terparah lahan kering terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Sumatera selatan yang puncaknya terjadi di pada Juli. Adapun luas puso yang disebabkan banjir yakni seluas 16.920 ha atau 0,19 persen dari luas tanam 8.828.861 ha.

Puso terjadi di wilayah Banten, Sulawesi Selatan dan Jawa Timur yang puncaknya terjadi di bulan Februari. Sedangkan puso karena OPT seluas 5.591 ha atau 0,06 persen dari luas tanam 8.828.861 ha. Kondisi puso terparah karena OPT terjadi di Sumatera Selatan, Sulawesi Tenggara dan Jawa Timur.

Iswari menuturkan, luas areal padi yang mengalami puso karena serangan OPT, banjir dan kekeringan periode April-Agustus 2015 seluas 88.575 ha atau 1,74 persen dari luas tanam 5.092.848 ha. Luas puso tertinggi pada periode tersebut disebabkan karena kekeringan seluas 79.465 ha atau 1,56 persen dari luas tanam 5.092.848 ha. Kejadian terutama menimpa Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sumatera Selatan.

Sebagai pembanding, luas areal padi terkena puso karena OPT, banjir dan kekeringan tahun 2014 (Januari-Desember) yakni seluas 178.892 ha atau 1,32 persen dari luas tanam 13.569.481 ha. Luas puso tertinggi pada periode tersebut disebabkan banjir seluas 141.045 ha, karena kekeringan seluas 35.423 ha dan puso karena OPT seluas 2.424 ha.

Sumber: Republika

Bagikan ke Akun Jaringan Sosial :

FacebookTwitterGoogleTumblrPinterest


About

Redaksi bertugas sebagai penyunting dan penerbit sekaligus editor untuk isi dari semua website yang ada dihalaman website BPBD Kabupaten Blitar, sekaligus bertanggungjawab atas keterangan semua isi berita yang telah diterbitkan. Mengatur penjadwalan penerbitan berita dan mendesain isi berita agar menarik dan komunikatif. Bagi siapapun yang ingin berpartisipasi untuk mengirimkan informasi maupun berita agar diterbitkan di halaman website BPBD Kab Blitar ini bisa langsung mengirimkan email ke redaksi@bpbdkabblitar.info untuk lebih lanjutnya akan ditinjau ulang dan diterbitkan.

Kabupaten Blitar memiliki, luas wilayah ±1.588,79 Km², 22 Kecamatan, 248 Desa/Kelurahan serta jumlah penduduk 1.116.639 . Secara Geografis terletak pada 112°19'32"E Bujur Timur dan 8°4'43"S Lintang Selatan.

Ikuti Kami

  • 100 ribu orang terdampak banjir di NTB, sebagian ditampung di lantai dua masjid-masjid https://t.co/sMK8gSSDLh https://t.co/oXPZG38J7G - https://t.co/sMK8gSSDLh 1 month ago

  • Beberapa Bencana Alam Yang Terjadi pada Akhir Tahun 2016 https://t.co/hQ7z8DQ1Em https://t.co/z2v7pdLuIg - https://t.co/hQ7z8DQ1Em 1 month ago

  • Sering gempa, warga Aceh ‘harus siap hidup bersama bencana’ https://t.co/XYdGn2wZPM https://t.co/6EsvknuIVt - https://t.co/XYdGn2wZPM 1 month ago

Galeri Kami

    Kontak Kami

    Kontak

    Email: admin@bpbdkabblitar.info

    Phone: 0342- 692819

    Fax: 0342- 692819

    Address: Jl. Bromo No.3 Wlingi - Blitar