Sunday, 30/7/2017 | : : UTC+7
BPBD Kabupaten Blitar – Wlingi

Meneliti Hubungan Gempa Dan Magma, Peneliti Mampu Buat Perencanaan Darurat

Meneliti Hubungan Gempa Dan Magma, Peneliti Mampu Buat Perencanaan Darurat

Meletusnya gunung berapi menjadi salah satu hal yang paling ditakuti di muka bumi ini. Dari Gunung Vesuvius hingga Krakatau, beberapa letusan paling dahsyat dalam memori manusia memiliki kesamaan faktor bencana yang sama, runtuhnya kaldera. Sejak abad 20, hanya tujuh yang diketahui runtuh. Para ilmuwan dibuat bingung dengan mekanisme yang ada dibalik peristiwa ini selama lebih dari seratus tahun.

Jadi ketika gunung berapi Bárdarbunga di pedalaman tenggara Islandia mulai menunjukkan pembentukan kaldera yang bergerak lambat, peneliti pun memiliki kesepatan untuk memahami prosesnya.

Dalam laporan di jurnal Science, sebanyak 47 ilmuwan dan ahli model data dari sembilan negara, yang dipimpin oleh ahli Geofisikawan Magnús Gudmundsson dari University of Iceland, telah mendeskripsikan evolusi dari kaldera Bárðarbunga dari bulan Agustus 2014 hingga Februari 2015.

Anatomi Bencana: Runtuhnya kaldera terjadi ketika ruang magma bagian dalam gunung berapi dialiri magma secara tiba-tiba. Batuan dasar yang ada di dalam mengalami kekosongan dan menciptakan kedalaman tekanan pada gunung berapi. Runtuhnya kaldera mampu menjadi penyebab dari adanya pelepasan gas yang bisa saja meledak keluar, seperti erupsi besar yang terekam dalam sejarah.

Namun bahaya yang paling besar adalah jika pegunungan yang runtuh dengan sendirinya, dimana akan memicu terjadinya tanah longsor atau tertelannya seluruh daerah yang ada di area gunung.”Kita bisa memperhitungkan segalanya,” ujar Gudmundsson.

Usaha yang dilakukan peneliti termasuk melakukan pengukuran dengan menggunakan seismologik dan data geochemical, GPS, survey lapisan dasar, dan observasi menggunakan helikopter dan satelit.”Ini akan sulit dilakukan jika terjadi selama semalaman, namun karena hal ini terjadi secara bertahap, kita memiliki banyak waktu untuk melakukan pengukuran, dan kita juga memiliki waktu untuk meneliti evolusi yang terjadi.”

Ketika gunung api tersebut bergejolak pada pertengah Agustus 2014, terjadi gempa bumi berkekuatan 4.0 hingga 5.8 SR. Tumpahan magma mencapai 500 miliyar galon batuan panas. Hal tersebut menjadikannya sebagai erupsi terbesar di Iceland selama 230 tahun terakhir.

Merasakan Tekanannya: Stepahnie Grocke, seorang volkanologis yang mempelajari mega-kaldera seperti yang terjadi di Yellowstone mengatakan bahwa kinerja tim tersebut menghasilkan sebuah penelitian tentang bagaimana sistem vulkanik berkembang serta perilakunya.”Ini mencoba mengungkapkan cerita bagaimana gunung berapi bergerak secara nyata.” ujar Grocke. “Sangat unik dan berfungsi layaknya teknologi masa kini. Ini menunjukkan bagaimana gempa yang terjadi berhubungan dengan pergerakan magma. Anda bisa mengikuti titik seismisitas dan menyusuri bagaimana magma bergerak ke permukaan.”

Gudmundsson mengatakan bahwa runtuhnya kaldera akibat dari magma hasil dari kebocoran ruang yang mengembung di luar batas. Sekali runtuh, maka akan semakin mendoronga magma untuk keluar.

Peringatan Awal: Pola yang terjadi di Bárðarbunga  mampu membantu perhitungan kejadian sejenis jika terjadi di masa depan. Dengan mengerti hubungan antara gempa bumi dan aliran magma, maka juga akan membantu memprediksi kemana lava dan es mengalir, atau tanah longsor yang akan terjadi.”Hal ini sangat membantu untuk perencanaan darurat,” ujar Grocke. ‘Kita menggunakan sejarah aktivitas erupsi gunung berapi yang pernah terjadi di masa lampau untuk dapat mengasumsikan apa yang akan terjadi dengan gunung berapi lainnya, dan runtuhnya kaldera mampu menghubungakan banyak hal yang akan terjadi berpuluh-puluh kilometer jauhnya dari tempat kejadian.”

Itu berarti para vulkanologis akan mampu memberikan peringatan pada daerah yang memiliki kemungkinan besar akan terkena dampak panjang dari erupsi.

Sumber: National Geographic Indonesia

Bagikan ke Akun Jaringan Sosial :

FacebookTwitterGoogleTumblrPinterest


About

Redaksi bertugas sebagai penyunting dan penerbit sekaligus editor untuk isi dari semua website yang ada dihalaman website BPBD Kabupaten Blitar, sekaligus bertanggungjawab atas keterangan semua isi berita yang telah diterbitkan. Mengatur penjadwalan penerbitan berita dan mendesain isi berita agar menarik dan komunikatif. Bagi siapapun yang ingin berpartisipasi untuk mengirimkan informasi maupun berita agar diterbitkan di halaman website BPBD Kab Blitar ini bisa langsung mengirimkan email ke redaksi@bpbdkabblitar.info untuk lebih lanjutnya akan ditinjau ulang dan diterbitkan.

Kabupaten Blitar memiliki, luas wilayah ±1.588,79 Km², 22 Kecamatan, 248 Desa/Kelurahan serta jumlah penduduk 1.116.639 . Secara Geografis terletak pada 112°19'32"E Bujur Timur dan 8°4'43"S Lintang Selatan.

Ikuti Kami

  • 100 ribu orang terdampak banjir di NTB, sebagian ditampung di lantai dua masjid-masjid https://t.co/sMK8gSSDLh https://t.co/oXPZG38J7G - https://t.co/sMK8gSSDLh 2 months ago

  • Beberapa Bencana Alam Yang Terjadi pada Akhir Tahun 2016 https://t.co/hQ7z8DQ1Em https://t.co/z2v7pdLuIg - https://t.co/hQ7z8DQ1Em 2 months ago

  • Sering gempa, warga Aceh ‘harus siap hidup bersama bencana’ https://t.co/XYdGn2wZPM https://t.co/6EsvknuIVt - https://t.co/XYdGn2wZPM 2 months ago

Galeri Kami

    Kontak Kami

    Kontak

    Email: admin@bpbdkabblitar.info

    Phone: 0342- 692819

    Fax: 0342- 692819

    Address: Jl. Bromo No.3 Wlingi - Blitar