Thursday, 27/7/2017 | : : UTC+7
BPBD Kabupaten Blitar – Wlingi

BNPB, La Nina Terdeteksi di Indonesia, Waspada Banjir dan Longsor

BNPB, La Nina Terdeteksi di Indonesia, Waspada Banjir dan Longsor

Fenomena La Nina atau anomali cuaca berupa penurunan suhu di Samudra Pasifik mulai terdeteksi di Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau warga mengantisipasi banjir dan longsor.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam pesan singkat, Jumat (2/9/2016) mengatakan “BMKG telah mendeteksi munculnya fenomena La Nina meskipun masih lemah pada akhir Agustus 2016. Diprediksi La Nina bertahan hingga awal 2017”.

Fenomena La Nina di Indonesia ini terjadi setelah El Nino, namun kedunya berbeda. La Nina menyebabkan curah hujan berlebihan sehingga menimbulkan banjir dan longsor. Sebaliknya El Nino menyebabkan hujan berkurang sehingga kekeringan panjang dan kemarau kering. El Nino terjadi hebat tahun 2015 di Indonesia yang menyebabkan kebakaran hutan.”Hampir 75 persen kejadian El Nino kemudian diikuti oleh La Nina di tahun berikutnya. Tahun 2015 hingga awal 2016 terjadi El Nino kuat di wilayah Indonesia, sehingga terjadi kebakaran hutan dan lahan yang hebat,” ujarnya.

Menurut Sutopo, sejak Juli 2016 mulai ada indikasi akan terjadinya La Nina sehingga terjadi musim kemarau basah. Artinya saat kemarau banyak hujan sehingga banyak banjir dan longsor. “Termasuk banjir di Kemang kemarin adalah banjir di musim kemarau,” kata Sutopo.

Saat ini La Nina yang mulai terdeteksi akan memberikan dampak meningkatnya curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia, yaitu Pulau Jawa, Sulawesi bagian timur, Papua bagian tengah dan Kalimantan, serta Sumatera bagian selatan. Diprediksi akan mengelamai kenaikan curah hujan hingga 200 persen.”Bersamaan dengan La Nina terjadi, fenomena Dipole Mode negatif sejak Mei 2016 yang diprediksi bertahan hingga November 2016, dan kondisi anomali Suhu Muka Laut yang hangat di sekitar perairan Indonesia. Kondisi demikian akan menyebabkan tingginya curah hujan di Sumatera dan Jawa bagian Barat,” lanjut Sutopo.

Kombinasi antara La Nina, Dipole Mode, dan anomali suhu muka air laut yang hangat, telah memberikan dampak signifikan meningkatnya bencana di Indonesia saat ini. Sejak Januari-September, terdapat 1.495 kejadian bencana di Indonesia yang menyebabkan 257 orang meninggal dunia, 2,86 juta orang menderita dan mengungsi, dan ribuan rumah rusak. Lebih dari 95 persen dari bencana tersebut adalah bencana hidrometeorologi yang dipengaruhi oleh cuaca.

Longsor adalah jenis bencana yang paling mematikan saat ini. Hingga 1 September terdapat 323 kejadian longsor yang menyebabkan 126 orang meninggal dan 18.655 jiwa menderita dan mengungsi. Sedangkan banjir terdapat 535 kejadian dengan dampak 70 orang meninggal dan 1,94 juta jiwa menderita dan mengungsi akibat banjir.

Hal ini juga terjadi pada periode La Nina sebelumnya seperti tahun 2010 dan 2011. Indonesia mengalami curah hujan di atas normal, terutama di Pulau Jawa, Maluku, Sulawesi, Sumatera bagian selatan, Kalimantan dan Papua yang menyebabkan hujan lebat dan lebih tinggi daripada curah hujan normal. Selama periode La Nina dengan intensitas sedang tersebut bencana banjir dan longsor meningkat. “Dibandingkan dengan kejadian bencana pada tahun 2015, jumlah korban meninggal dan hilang pada tahun 2016 mengalami peningkatan 54 persen, dari 167 (2015) menjadi 257 (2016). Secara keseluruhan jumlah kerusakan 2016 mengalami peningkatan dibandingkan 2015. Diprediksi dampak bencana 2016 akan terus meningkat hingga akhir tahun nanti,” papar Sutopo.

Sebaliknya, meningkatnya curah hujan memberikan dampak positif yaitu menurunnya jumlah kebakaran hutan dan lahan, dan kekeringan yaitu di daerah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sumatera bagian Selatan dan sebagian Kalimantan yang biasanya kekeringan.

Sumber: Detik

Bagikan ke Akun Jaringan Sosial :

FacebookTwitterGoogleTumblrPinterest


About

Redaksi bertugas sebagai penyunting dan penerbit sekaligus editor untuk isi dari semua website yang ada dihalaman website BPBD Kabupaten Blitar, sekaligus bertanggungjawab atas keterangan semua isi berita yang telah diterbitkan. Mengatur penjadwalan penerbitan berita dan mendesain isi berita agar menarik dan komunikatif. Bagi siapapun yang ingin berpartisipasi untuk mengirimkan informasi maupun berita agar diterbitkan di halaman website BPBD Kab Blitar ini bisa langsung mengirimkan email ke redaksi@bpbdkabblitar.info untuk lebih lanjutnya akan ditinjau ulang dan diterbitkan.

Kabupaten Blitar memiliki, luas wilayah ±1.588,79 Km², 22 Kecamatan, 248 Desa/Kelurahan serta jumlah penduduk 1.116.639 . Secara Geografis terletak pada 112°19'32"E Bujur Timur dan 8°4'43"S Lintang Selatan.

Ikuti Kami

  • 100 ribu orang terdampak banjir di NTB, sebagian ditampung di lantai dua masjid-masjid https://t.co/sMK8gSSDLh https://t.co/oXPZG38J7G - https://t.co/sMK8gSSDLh 1 month ago

  • Beberapa Bencana Alam Yang Terjadi pada Akhir Tahun 2016 https://t.co/hQ7z8DQ1Em https://t.co/z2v7pdLuIg - https://t.co/hQ7z8DQ1Em 1 month ago

  • Sering gempa, warga Aceh ‘harus siap hidup bersama bencana’ https://t.co/XYdGn2wZPM https://t.co/6EsvknuIVt - https://t.co/XYdGn2wZPM 1 month ago

Galeri Kami

    Kontak Kami

    Kontak

    Email: admin@bpbdkabblitar.info

    Phone: 0342- 692819

    Fax: 0342- 692819

    Address: Jl. Bromo No.3 Wlingi - Blitar