Thursday, 27/7/2017 | : : UTC+7
BPBD Kabupaten Blitar – Wlingi

Skenario Evakuasi Jika Reaktor Nuklir Meledak

Skenario Evakuasi Jika Reaktor Nuklir Meledak

Proses penanganan dan evakuasi bencana akibat kegagalan teknologi nuklir memiliki prosedur khusus. Mulai dari sterilisasi hingga peralatan khusus dibutuhkan di dalamnya.

Kepala Pelaksana BPBD DIY Krido Suprayitno saat simulasi bencana kegagalan teknologi nuklir di komplek Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Jalan Babarsari, Yogyakarta, Sabtu (10/9/2016) mengatakan, “Begitu terjadi kegagalan teknologi nuklir, tidak semua petugas evakuasi bisa masuk ke dalam lokasi”.

Dalam simulasi siang ini diskenariokan terjadi ledakan bom di jarak 10 meter dari Reaktor Nuklir Kartini di dalam kompleks BATAN. Kegagalan sistem keamanan yang mengakibatkan adanya penyusup yang masuk ke komplek BATAN, ternyata berbuntut pada aksi peledakan reaktor. Akibat ledakan ini menimbulkan kerusakan pada reaktor dan menyebabkan lepasan radiasi.

Kepala Unit Jaminan Mutu Pusat Sains dan Teknologi Akselerator BATAN Aris Bastianudin menjelaskan prosedur penanganan kondisi darurat di kawasan reaktor nuklir sifatnya khusus dan penuh proteksi. Sebelum petugas evakuasi masuk, harus dipastikan terlebih dahulu kondisi di sekitar area kejadian. “Tim proteksi radiasi yang melakukan evaluasi, sejauh mana tim potensi bahayanya,” kata Aris.

Setelah tum proteksi memastikan kondisi aman untuk dilakukan evakuasi, maka tim evakuasi diturunkan. Tak sembarangan, tim evakuasi yang memasuki lokasi kejadian harus mengenakan coverall, dilengkapi alat survei meter dan mengonsumsi kapsul Kalium Iodida (KI).

Coverall untuk menutup semua bagian tubuh, survei meter untuk mendeteksi paparan radiasi, dan kapsul KI untuk mencegah masuknya radiasi ke kelenjar tiroid. “Karena jika reaktor meledak yang keluar kemungkinan Yodium 131, itu bahan radioaktif. Supaya (bahan radio aktif) tidak masuk ke kelenjar tiroid, maka diblok dengan KI,” ulasnya.

Setelah melakukan evakuasi, para petugas juga harus memperoleh dekontaminasi yakni disemprot air dengan tekanan tertentu. Tak hanya itu, ada cairan dekontaminasi yang bisa dikenakan para petugas usai melakukan evakuasi.”Tidak hanya petugas tapi sampai mobil yang masuk ke area kejadian yang dimungkinkan terjadi radiasi, juga harus didekontaminasi,” tutur Aris.

Sumber: Detik

Bagikan ke Akun Jaringan Sosial :

FacebookTwitterGoogleTumblrPinterest


About

Redaksi bertugas sebagai penyunting dan penerbit sekaligus editor untuk isi dari semua website yang ada dihalaman website BPBD Kabupaten Blitar, sekaligus bertanggungjawab atas keterangan semua isi berita yang telah diterbitkan. Mengatur penjadwalan penerbitan berita dan mendesain isi berita agar menarik dan komunikatif. Bagi siapapun yang ingin berpartisipasi untuk mengirimkan informasi maupun berita agar diterbitkan di halaman website BPBD Kab Blitar ini bisa langsung mengirimkan email ke redaksi@bpbdkabblitar.info untuk lebih lanjutnya akan ditinjau ulang dan diterbitkan.

Kabupaten Blitar memiliki, luas wilayah ±1.588,79 Km², 22 Kecamatan, 248 Desa/Kelurahan serta jumlah penduduk 1.116.639 . Secara Geografis terletak pada 112°19'32"E Bujur Timur dan 8°4'43"S Lintang Selatan.

Ikuti Kami

  • 100 ribu orang terdampak banjir di NTB, sebagian ditampung di lantai dua masjid-masjid https://t.co/sMK8gSSDLh https://t.co/oXPZG38J7G - https://t.co/sMK8gSSDLh 1 month ago

  • Beberapa Bencana Alam Yang Terjadi pada Akhir Tahun 2016 https://t.co/hQ7z8DQ1Em https://t.co/z2v7pdLuIg - https://t.co/hQ7z8DQ1Em 1 month ago

  • Sering gempa, warga Aceh ‘harus siap hidup bersama bencana’ https://t.co/XYdGn2wZPM https://t.co/6EsvknuIVt - https://t.co/XYdGn2wZPM 1 month ago

Galeri Kami

    Kontak Kami

    Kontak

    Email: admin@bpbdkabblitar.info

    Phone: 0342- 692819

    Fax: 0342- 692819

    Address: Jl. Bromo No.3 Wlingi - Blitar