Thursday, 27/7/2017 | : : UTC+7
BPBD Kabupaten Blitar – Wlingi

Memasuki Musim Hujan, Waspada Longsor Di Daerah Bojonegoro

Memasuki Musim Hujan, Waspada Longsor Di Daerah Bojonegoro

Memasuki musim penghujan, potensi bahaya bencana seperti banjir, tanah longsor dan puting beliung dimungkinkan bisa saja terjadi sewaktu waktu. Masyarakat dihimbau agar tetap selalu waspada dan berhati hati.

Berkaitan dengan awal masuk musim penghujan, 10 kecamatan dari total 28 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berpotensi mengalami tanah longsor. Daerah potensi tanah longsor berada di Bojonegoro bagian selatan, yang lokasinya berada di pinggir hutan dan dataran tinggi.

Menurut juru bicara Pemerintahan Kabupaten Bojonegoro, Heru Sugiharto, rilis soal waspada tanah longsor di 10 kecamatan di kabupaten ini merupakan bagian dari peringatan dini. Untuk itu, warga yang kebetulan tinggal di pinggir perbukitan dan hutan, juga kawasan anak Sungai Bengawan Solo, tetap waspada. “Inti penting untuk peringatan dini,” ujarnya kepada Tempo, Rabu, 28 September 2016.

Data potensi tanah longsor datang dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro atas rujukan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Adapun 10 kecamatan yang berpotensi mengalami tanah longsor itu adalah Kecamatan Ngambon, Temayang, Tambakrejo, Sugihwaras, Bubulan, Malo, Margomulyo, dan Purwosari berlokasi di Bojonegoro bagian selatan dan barat daya, serta Kecamatan Kasiman dan Trucuk, yang berlokasi di bagian barat dan utara Kota Bojonegoro.

Sesuai dengan rujukan BPBD Bojonegoro dan Forum Peduli Bencana Indonesia Bojonegoro, terdapat beberapa ciri-ciri potensi tanah longsor, di antaranya sumur-sumur penduduk tiba-tiba kering, meski sebelumnya terisi air. Juga adanya bangunan tinggi, pohon besar, serta tiang listrik mendadak terlihat miring. Dan, yang terlihat jelas, sungai yang biasanya mengalir deras tiba-tiba arusnya mengecil, bahkan berhenti. “Itu panduan sederhana, ciri-ciri akan ada tanah longsor,” kata Heru.

Menurut Heru, ciri-ciri tersebut telah disosialisasi bukan hanya di 10 kecamatan, tapi juga di 28 kecamatan di Bojonegoro. Pemerintah Kabupaten Lamongan menyiapkan anggaran Rp 375 miliar untuk rehabilitasi jaringan irigasi di Waduk Gondang dan Prijetan. Tujuannya agar dua waduk terbesar di Lamongan ini bisa menangkap air saat musim hujan serta memperlancar area pertanian. “Ya, kami merehabilitasi dua waduk itu,” ujar Bupati Lamongan Fadeli, dalam rilis yang diterimaTempo, Rabu, 28 September 2016.

Sumber: Tempo

Bagikan ke Akun Jaringan Sosial :

FacebookTwitterGoogleTumblrPinterest


About

Redaksi bertugas sebagai penyunting dan penerbit sekaligus editor untuk isi dari semua website yang ada dihalaman website BPBD Kabupaten Blitar, sekaligus bertanggungjawab atas keterangan semua isi berita yang telah diterbitkan. Mengatur penjadwalan penerbitan berita dan mendesain isi berita agar menarik dan komunikatif. Bagi siapapun yang ingin berpartisipasi untuk mengirimkan informasi maupun berita agar diterbitkan di halaman website BPBD Kab Blitar ini bisa langsung mengirimkan email ke redaksi@bpbdkabblitar.info untuk lebih lanjutnya akan ditinjau ulang dan diterbitkan.

Kabupaten Blitar memiliki, luas wilayah ±1.588,79 Km², 22 Kecamatan, 248 Desa/Kelurahan serta jumlah penduduk 1.116.639 . Secara Geografis terletak pada 112°19'32"E Bujur Timur dan 8°4'43"S Lintang Selatan.

Ikuti Kami

  • 100 ribu orang terdampak banjir di NTB, sebagian ditampung di lantai dua masjid-masjid https://t.co/sMK8gSSDLh https://t.co/oXPZG38J7G - https://t.co/sMK8gSSDLh 1 month ago

  • Beberapa Bencana Alam Yang Terjadi pada Akhir Tahun 2016 https://t.co/hQ7z8DQ1Em https://t.co/z2v7pdLuIg - https://t.co/hQ7z8DQ1Em 1 month ago

  • Sering gempa, warga Aceh ‘harus siap hidup bersama bencana’ https://t.co/XYdGn2wZPM https://t.co/6EsvknuIVt - https://t.co/XYdGn2wZPM 1 month ago

Galeri Kami

    Kontak Kami

    Kontak

    Email: admin@bpbdkabblitar.info

    Phone: 0342- 692819

    Fax: 0342- 692819

    Address: Jl. Bromo No.3 Wlingi - Blitar