Thursday, 27/7/2017 | : : UTC+7
BPBD Kabupaten Blitar – Wlingi

Bekas Lokasi Banjir Garut Disarankan Jadikan Ruang Taman Terbuka

Bekas Lokasi Banjir Garut Disarankan Jadikan Ruang Taman Terbuka

Daerah yang terkena bencana seperti bencana Garut disarankan agar tidak dibuat permukiman lagi sebab hal ini dimungkinkan akan kembali dilanda bencana dengan resiko yang lebih tinggi.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Willem Rampangilei merekomendasikan lokasi bencana banjir bandang di Garut digunakan sebagai ruang publik berupa taman terbuka. Saran ini diungkapkan setelah berdiskusi dengan Bupati Garut pada Senin kemarin ketika pemerintah daerah setempat mengkaji kelayakan lokasi bencana sebagai permukiman kembali warga terdampak.”Jangan digunakan untuk permukiman, karena daerah yang bekas diterjang banjir bandang akan jadi daerah bahaya tinggi dari banjir,” jelas Willem dalam rilisnya, Selasa, 27 September 2016.

Willem mengatakan daerah bantaran sungai atau sempadan sungai adalah daerah kekuasaan sungai yang suatu saat pasti banjir. Untuk itu, peruntukan daerah bekas banjir seharusnya untuk non-permukiman, agar saat banjir tidak menimbulkan korban jiwa. Namun permasalahan yang dihadapi pemerintah daerah setempat adalah mencari lokasi yang tersedia dan aman untuk relokasi warga.

Korban banjir bandang yang kehilangan tempat tinggal telah ditampung sementara di rumah susun (rusun) yang disediakan Pemerintah Kabupaten Garut. “Saat ini telah disediakan rusun dengan kapasitas 98 kepala keluarga,” ujarnya Willem.

Willem juga menyarankan adanya pemanfaatan kantor-kantor pemerintah yang tidak dipergunakan sebagai tempat pengungsian sementara. “Tidak menggunakan tenda sebagai tempat pengungsian dalam jangka panjang,” tuturnya.

Hingga kini, Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Banjir Garut masih melakukan pendataan pengungsi berdasarkan nama dan alamat serta validasi jumlah pengungsi dan kerusakan rumah serta infrastruktur.

Berdasarkan data Pos Komando, peristiwa ini menimbulkan korban jiwa sebanyak 34 orang dan korban hilang 19 orang. Sedangkan pengungsinya berjumlah 1.326 orang. Jumlah pengungsi masih fluktuatif karena ada yang bolak-balik pulang ke rumah dan pengungsian. Pendataan masih dilakukan petugas. Rumah warga yang terdampak akibat banjir yang terjadi pada Rabu pekan lalu itu berjumlah 2.511 unit, terdiri atas 858 rumah rusak berat, 207 rusak sedang, dan 1.446 rusak ringan. Pendataan dan verifikasi masih dilakukan.

Sumber: Tempo

Bagikan ke Akun Jaringan Sosial :

FacebookTwitterGoogleTumblrPinterest


About

Redaksi bertugas sebagai penyunting dan penerbit sekaligus editor untuk isi dari semua website yang ada dihalaman website BPBD Kabupaten Blitar, sekaligus bertanggungjawab atas keterangan semua isi berita yang telah diterbitkan. Mengatur penjadwalan penerbitan berita dan mendesain isi berita agar menarik dan komunikatif. Bagi siapapun yang ingin berpartisipasi untuk mengirimkan informasi maupun berita agar diterbitkan di halaman website BPBD Kab Blitar ini bisa langsung mengirimkan email ke redaksi@bpbdkabblitar.info untuk lebih lanjutnya akan ditinjau ulang dan diterbitkan.

Kabupaten Blitar memiliki, luas wilayah ±1.588,79 Km², 22 Kecamatan, 248 Desa/Kelurahan serta jumlah penduduk 1.116.639 . Secara Geografis terletak pada 112°19'32"E Bujur Timur dan 8°4'43"S Lintang Selatan.

Ikuti Kami

  • 100 ribu orang terdampak banjir di NTB, sebagian ditampung di lantai dua masjid-masjid https://t.co/sMK8gSSDLh https://t.co/oXPZG38J7G - https://t.co/sMK8gSSDLh 1 month ago

  • Beberapa Bencana Alam Yang Terjadi pada Akhir Tahun 2016 https://t.co/hQ7z8DQ1Em https://t.co/z2v7pdLuIg - https://t.co/hQ7z8DQ1Em 1 month ago

  • Sering gempa, warga Aceh ‘harus siap hidup bersama bencana’ https://t.co/XYdGn2wZPM https://t.co/6EsvknuIVt - https://t.co/XYdGn2wZPM 1 month ago

Galeri Kami

    Kontak Kami

    Kontak

    Email: admin@bpbdkabblitar.info

    Phone: 0342- 692819

    Fax: 0342- 692819

    Address: Jl. Bromo No.3 Wlingi - Blitar