Thursday, 27/7/2017 | : : UTC+7
BPBD Kabupaten Blitar – Wlingi

BNPB, Pemetaan Bencana Menggunakan Drone

BNPB, Pemetaan Bencana Menggunakan Drone

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kini memanfaatkan fasilitas unmanned aerial vehicle (drone) dalam penanggulangan bencana. Drone dimanfaatkan untuk pemetaan dan analisis guna mengurangi risiko bencana.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis BNPB, Kamis, 6 Oktober 2016 menuliskan “Pemanfaatan drone menguntungkan dari sisi waktu, biaya, jumlah personel sebagai operator, dan risiko di lapangan,”

Implementasi drone itu sempat dipresentasikan langsung oleh pihak BNPB saat Presiden Joko Widodo mengunjungi Garut, Jawa Barat, untuk memantau situasi pascabanjir bandang pada 29 September lalu. Dalam presentasi yang dilakukan di Pos Komando Tanggap Darurat Garut itu, Jokowi memuji hasil pemetaan kebencanaan memakai drone.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Tri Budiarto menyebutkan kolaborasi pemanfaatan dronesudah menjadi kebutuhan mendesak. “Kerja samanya berupa saling bagi tugas dalam metode pelaksanaan, pemanfaatan hasil, dan dari sisi cakupan wilayah, khususnya ketika terjadi bencana, demi kemanusiaan,” tutur Sutopo mengulangi kalimat Tri pada suatu seminar di Jakarta, pekan lalu.

Pemotretan dan pemetaan memakai drone sempat diterapkan pada insiden longsor dan banjir bandang di Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang, akhir Juni 2016. “Kegiatan ini merupakan kerja sama BNPB, Badan Informasi Geospasial (BIG), serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT),” kata Sutopo.

Pengembangan teknologi ini dinilai sangat cepat. BPPT, ucap dia, mengembangkan drone dengan teknologi GPS dan kamera beresolusi tinggi yang mampu menangkap benda yang sangat kecil.

Teknologi drone mampu memotret rekahan tanah dari ketinggian. Hasil pantai Rekahan dapat diamati dari darat dan udara. Setelah digabungkan, datanya bisa dipakai BNPB dan pemerintah daerah. “Dari hasil pemotretan, dapat dilihat geomorfologi bahwa lokasi terdampak seperti mangkuk,” ujar anggota BPPT, Agus Kristijono, dikutip dari rilis pers yang sama.

Sementara itu, BIG memakai drone untuk kebutuhan tematik. BIG mendukung BNPB dalam pemetaan bencana erupsi Gunung Sinabung pada 2013. Komisi Pemberantasan Korupsi pun sempat dibantu untuk menganalisis kerugian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah.

Sumber: Tempo

Bagikan ke Akun Jaringan Sosial :

FacebookTwitterGoogleTumblrPinterest


About

Redaksi bertugas sebagai penyunting dan penerbit sekaligus editor untuk isi dari semua website yang ada dihalaman website BPBD Kabupaten Blitar, sekaligus bertanggungjawab atas keterangan semua isi berita yang telah diterbitkan. Mengatur penjadwalan penerbitan berita dan mendesain isi berita agar menarik dan komunikatif. Bagi siapapun yang ingin berpartisipasi untuk mengirimkan informasi maupun berita agar diterbitkan di halaman website BPBD Kab Blitar ini bisa langsung mengirimkan email ke redaksi@bpbdkabblitar.info untuk lebih lanjutnya akan ditinjau ulang dan diterbitkan.

Kabupaten Blitar memiliki, luas wilayah ±1.588,79 Km², 22 Kecamatan, 248 Desa/Kelurahan serta jumlah penduduk 1.116.639 . Secara Geografis terletak pada 112°19'32"E Bujur Timur dan 8°4'43"S Lintang Selatan.

Ikuti Kami

  • 100 ribu orang terdampak banjir di NTB, sebagian ditampung di lantai dua masjid-masjid https://t.co/sMK8gSSDLh https://t.co/oXPZG38J7G - https://t.co/sMK8gSSDLh 1 month ago

  • Beberapa Bencana Alam Yang Terjadi pada Akhir Tahun 2016 https://t.co/hQ7z8DQ1Em https://t.co/z2v7pdLuIg - https://t.co/hQ7z8DQ1Em 1 month ago

  • Sering gempa, warga Aceh ‘harus siap hidup bersama bencana’ https://t.co/XYdGn2wZPM https://t.co/6EsvknuIVt - https://t.co/XYdGn2wZPM 1 month ago

Galeri Kami

    Kontak Kami

    Kontak

    Email: admin@bpbdkabblitar.info

    Phone: 0342- 692819

    Fax: 0342- 692819

    Address: Jl. Bromo No.3 Wlingi - Blitar