Thursday, 27/7/2017 | : : UTC+7
BPBD Kabupaten Blitar – Wlingi

Sering gempa, warga Aceh ‘harus siap hidup bersama bencana’

Untuk kesekian kalinya dalam beberapa tahun terakhir, Aceh kembali diguncang gempa. Kali ini di kawasan Pidie Jaya dengan kekuatan 6,5 pada skala Richter, yang terjadi Rabu (07/12) pagi.
Sebelumnya terjadi beberapa kali gempa dengan kekuatan yang berbeda, yang terbesar adalah gempa pada 26 Desember 2004 yang diikuti tsunami yang menyebabkan tak kurang dari 120.000 orang meninggal dunia. Gempa yang terjadi Rabu (07/12) pagi, menurut ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia wilayah Aceh, Faizal Adriansyah, adalah gempa darat yang terkait dengan Patahan Sumatera. Patahan yang menyimpan energi besar dan apabila suatu saat energi tersebut dilepaskan maka akan menimbulkan gempa.

Petugas berusaha menemukan warga yang diperkirakan terperangkap di bawah reruntuhan bangunan yang ambruk setelah gempa hari Rabu (07/12) di Pidie Jaya, Aceh.

Petugas berusaha menemukan warga yang diperkirakan terperangkap di bawah reruntuhan bangunan yang ambruk setelah gempa hari Rabu (07/12) di Pidie Jaya, Aceh.

Patahan Sumatera ini memiliki beberapa segmen di Aceh, yaitu Patahan Lokop-Kutacane, Patahan Blangkeujeren-Mamas, Patahan Kla-Alas, Patahan Reunget-Blangkeujeren, Patahan Anu-Batee, Patahan Samalanga-Sipopoh, Patahan Banda Aceh-Anu, dan Patahan Lamteuba-Baro. “Gempa yang terjadi pada Rabu pagi itu dari segmen Patahan Simalongo-Sipopoh,” jelas Faizal kepada BBC Indonesia. Risiko gempa darat antara lain adalah bisa terjadi di dekat permukiman penduduk. Tergantung dengan kedalaman gempa, dampaknya bisa sangat serius. Jika gempanya dangkal, dampak kerusakan bisa sangat serius karena energi yang dilepaskan ke permukaan masih besar.

Tak mungkin bebas dari bencana

Faizal menjelaskan bahwa belum diketahui hubungan langsung antara satu gempa dengan gempa yang lain.
Tetapi setiap gempa di bawah Bumi itu memicu getaran di seluruh lapisan Bumi. Wilayah-wilayah yang rentan, pasti akan sangat terganggu stabilitasnya. Jadi, bisa saja mestinya gempa akan terjadi 100 tahun lagi, tapi karena ada gempa besar yang memicunya, maka suatu gempa bisa terjadi lebih cepat,” kata Faizal.

Hidup bersama bencana

Yang harus diketahui, kata Faizal, harus ada kesadaran bahwa warga harus siap hidup bersama bencana karena bencana tak bisa dinafikan.
Kalau mau bebas bencana, Aceh harus dikosongkan, sesuatu yang tak mungkin dilakukan. “Harus dibangun paradigma hidup bersama bencana,” katanya.
Ada beberapa konsekuensi dari paradigma tersebut, antara lain adanya pendidikan tentang mitigasi bencana di sekolah dan regulasi kualitas bangunan yang tahan gempa, terutama bangunan seperti rumah sakit. “Bisa dibayangkan, kalau rumah sakit mudah roboh, ke mana para korban akan berobat ketika terjadi gempa?” kata Faizal.
Tak hanya rumah sakit yang kokoh, sekolah dan rumah-rumah warga mestinya juga bisa tahan terhadap gempa. Senada dengan Faizal, pakar seismologi Suharjono mengatakan dalam konteks ini yang perlu diperhatikan adalah bagaimana mengatasi kerentanan dengan meningkatkan kapasitas pihak-pihak terkait penanganan bencana.
Hazard atau bahaya tak mungkin dihilangkan sama sekali, tapi kerentanan bisa dihadapi dengan peningkatan kapasitas,” kata Suharjono.

Sumber: BBC Indonesia

Bagikan ke Akun Jaringan Sosial :

FacebookTwitterGoogleTumblrPinterest


About

Redaksi bertugas sebagai penyunting dan penerbit sekaligus editor untuk isi dari semua website yang ada dihalaman website BPBD Kabupaten Blitar, sekaligus bertanggungjawab atas keterangan semua isi berita yang telah diterbitkan. Mengatur penjadwalan penerbitan berita dan mendesain isi berita agar menarik dan komunikatif. Bagi siapapun yang ingin berpartisipasi untuk mengirimkan informasi maupun berita agar diterbitkan di halaman website BPBD Kab Blitar ini bisa langsung mengirimkan email ke redaksi@bpbdkabblitar.info untuk lebih lanjutnya akan ditinjau ulang dan diterbitkan.

Kabupaten Blitar memiliki, luas wilayah ±1.588,79 Km², 22 Kecamatan, 248 Desa/Kelurahan serta jumlah penduduk 1.116.639 . Secara Geografis terletak pada 112°19'32"E Bujur Timur dan 8°4'43"S Lintang Selatan.

Ikuti Kami

  • 100 ribu orang terdampak banjir di NTB, sebagian ditampung di lantai dua masjid-masjid https://t.co/sMK8gSSDLh https://t.co/oXPZG38J7G - https://t.co/sMK8gSSDLh 1 month ago

  • Beberapa Bencana Alam Yang Terjadi pada Akhir Tahun 2016 https://t.co/hQ7z8DQ1Em https://t.co/z2v7pdLuIg - https://t.co/hQ7z8DQ1Em 1 month ago

  • Sering gempa, warga Aceh ‘harus siap hidup bersama bencana’ https://t.co/XYdGn2wZPM https://t.co/6EsvknuIVt - https://t.co/XYdGn2wZPM 1 month ago

Galeri Kami

    Kontak Kami

    Kontak

    Email: admin@bpbdkabblitar.info

    Phone: 0342- 692819

    Fax: 0342- 692819

    Address: Jl. Bromo No.3 Wlingi - Blitar