Thursday, 27/7/2017 | : : UTC+7
BPBD Kabupaten Blitar – Wlingi

Cuaca buruk ‘masih mengancam’ Sumatera, Jawa, Bali, NTB, NTT

_93122498_banjirbima3
_93122500_banjirbima7
_93122758_banjirbima2
_93122760_img_2076
_93122763_uki1

Banjir di Kota Bima yang berdampak pada 106.000 dari 150.000 warga mulai surut, cuaca buruk terkait badai Yvette sudah lewat, namun puncak musim hujan belum lagi datang.
Angin kencang yang menderu-deru sejak pekan lalu, dan hujan yang terus mengguyur di berbagai wilayah, yang di Bima, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, mengakibatkan banjir bandang hingga dua kali dalam tempo tiga hari, bukan merupakan anomali atau kekecualian cuaca.
Melainkan hal yang normal, karena di Indonesia mulai memasuki puncak musim hujan.
Seperti dikatakan juru bicara Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Harry Tirto Djatmiko.
“Puncak musim hujan adalah Desember, Januari, Februari. Dan selama bulan-bulan itu, masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidro meterologi. Tidak hanya hujannya, tapi juga angin kencangnya,” katanya.
Ia menyebut, yang paling terdampak adalah kawasan di belahan khatulistiwa bagian selatan, mulai dari Sumatera bagian selatan, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Harry Tirto Djatmiko memperingatkan, di perairan-perairan sekitar itu, angin kencang akibat pertemuan massa udara akan mengakibatkan naiknya gelombang laut, hingga ketingian dua hingga 2,5 meter. Sehingga para nelayan harus berhati-hati dan memperhitungkan benar hal ini dalam keseharian mereka mencari ikan.
Kendati puncak musim hujan masih akan berlangsung hingga Februari, Harry Tirto dari BMKG mennyebutkan, hingga tiga hari ke depan amukan cuaca akan mereda. Curah hujan tidak akan terlalu tinggi.

Menurutnya, saat dua kali hujan deras (21/12 dan 23/12) yang berakibat banjir di Kota Bima, Sumbawa, pekan lalu curah hujan memang sangat tinggi, hingga 190-200 mm/hari. Padahal rata-ratanya curah hujan di sana sekitar 300-an mm/bulan -bukan per hari. Diperparah lagi oleh fakta, bahwa Kota Bima berbentuk cekungan.

Lari menggendong anak

Akibat banjir itu, sebanyak 106.000 jiwa dari jumlah penduduk Kota Bima 150.000 mengungsi disejumlah titik yang aman dari genangan air.
Salah satunya adalah warga Jati Baru Kecamatan Asakota, Siti Haddjar, yang rumahnya direndam hingga satu meter, mengakibatkan semua perabotan rumah tangga rusak.
“Kasur saja, hanyut dibawa banjir. Apalagi perlengkapan sekolah anak, semua hilang,” katanya kepada Uki Raffin, wartawan di Bima.
Ia berada di sebuah posko pengungsi untuk mendapatkan beras dan pakaian.
“Kami sudah tak punya pakaian lagi sama sekali,” keluhnya.

Hal yang sama terjadi pada Aminah, warga Kelurahan Kumbe. Ia berkisah, saat terjangan banjir, ia sedang menggendong anaknya yang hendak tidur siang. Saat itu hujan terus menggujur dari pagi hingga siang.
“Air tiba-tiba meluap. Kebetulan rumah kita dekat dengan bantaran sungai. Air masuk, Saya lari, hanya menyelamatkan anak saja, yang masih kecil. Saat itu saya tidak peduli lagi barang berharga, ijasah, tak peduli,” katanya.
“Yang penting saat itu saya dan anak saya selamat saja,” katanya,
Aminah kini masih berada di pengungsian, bersama anaknya yang ia gendong sejak banjir menerjang.

Bantuan mengalir

Juru bicara pemerintah Kota Bima, Syahrial Nuryadin menyebut, pihaknya berusaha keras menyalurkan bantuan, karena pasokan bantuan dari berbagai pihak terus mengalir.
Sebagian besar pengungsi di tempat penampungan, katanya, adalah perempuan dan anak-anak. Para lelakinya biasanya pergi ke rumah masing-masing, jika kerusakannya tak parah, untuk melakukan pembersihan.

“Warga sudah mulai kembali. Listrik sudah mulai berfungsi. Kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan yang menelan kerugian Rp255 miliar. Sementara fasilitas pendidikan yang rusak seperti Sekolah Dasar ada 18 unit. Lima SMP dan empat SMA.”
Dalam kesempatan lain, Kepala urusan tanggap darurat Bdan Penanggulangan Bencana Daerah NTB, Agung Pramudya mengatakan, di Kabupaten Bima, ada pula kecamatan yang terdampak, dan sulit dijangkau.
“Sudah dikerahkan helikopter untuk membantu memasok kebutuhan dasar mereka.” katanya.

Sementara persoalan kesehatan, ia menyebutkan, memang mulai muncul keluhan. Namun segera ditangani.
Ia menyebutkan, hampir 1.000 orang dirawat karena ISPA, gartal-gatal dan diare. Mereka dirawat di posko-posko dan rumah sakit yang sudah berfungsi lagi, karena Puskesmas-Pusekesmas lumpuh.
Betapa pun, katanya, tim penanggulangan bencana optimistis, keadaan berangsur membaik, dan warga bisa benar-benar kembali ke rumah, seiring membaiknya cuaca.
Kendati, tetap saja, seperti peringatan BMKG, hujan deras dan angin kencang terus mengancam hingga Februari 2017.

 

Sumber: BBC Indonesia

Bagikan ke Akun Jaringan Sosial :

FacebookTwitterGoogleTumblrPinterest


About

Redaksi bertugas sebagai penyunting dan penerbit sekaligus editor untuk isi dari semua website yang ada dihalaman website BPBD Kabupaten Blitar, sekaligus bertanggungjawab atas keterangan semua isi berita yang telah diterbitkan. Mengatur penjadwalan penerbitan berita dan mendesain isi berita agar menarik dan komunikatif. Bagi siapapun yang ingin berpartisipasi untuk mengirimkan informasi maupun berita agar diterbitkan di halaman website BPBD Kab Blitar ini bisa langsung mengirimkan email ke redaksi@bpbdkabblitar.info untuk lebih lanjutnya akan ditinjau ulang dan diterbitkan.

Kabupaten Blitar memiliki, luas wilayah ±1.588,79 Km², 22 Kecamatan, 248 Desa/Kelurahan serta jumlah penduduk 1.116.639 . Secara Geografis terletak pada 112°19'32"E Bujur Timur dan 8°4'43"S Lintang Selatan.

Ikuti Kami

  • 100 ribu orang terdampak banjir di NTB, sebagian ditampung di lantai dua masjid-masjid https://t.co/sMK8gSSDLh https://t.co/oXPZG38J7G - https://t.co/sMK8gSSDLh 1 month ago

  • Beberapa Bencana Alam Yang Terjadi pada Akhir Tahun 2016 https://t.co/hQ7z8DQ1Em https://t.co/z2v7pdLuIg - https://t.co/hQ7z8DQ1Em 1 month ago

  • Sering gempa, warga Aceh ‘harus siap hidup bersama bencana’ https://t.co/XYdGn2wZPM https://t.co/6EsvknuIVt - https://t.co/XYdGn2wZPM 1 month ago

Galeri Kami

    Kontak Kami

    Kontak

    Email: admin@bpbdkabblitar.info

    Phone: 0342- 692819

    Fax: 0342- 692819

    Address: Jl. Bromo No.3 Wlingi - Blitar